Berita Terkini. Hari Ini Bareskrim Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Pencucian Uang Yayasan Keadilan

Berita Terkini. Hari Ini Bareskrim Periksa 5 Saksi Terkait Kasus Pencucian Uang Yayasan Keadilan.  Penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri hari ini, Senin (20/2/2017) menjadwalkan pemeriksaan terhadap lima orang saksi terkait kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang mengatasnamakan Yayasan Keadilan untuk Semua (YKUS).

Informasi ini juga dibenarkan oleh Kabeg Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul kepada salah satu media. “Agenda pemeriksaan hari ini ada lima orang,” ujar Martinus.

Loading...

Lima orang saksi tersebut diantaranya dari pihak Divisi Kepatuhan BNI, Divisi SDM BNI, M. Luthfie Hakim, Marlinda, dan juga Otto. Seperti diketahui, Otto merupakan salah satu penyumbang dana.

Sebelumnya diberitakan, penyidik sudah berkomunikasi dengan pihak bank terkait kasus pencucian uang Yayasan Keadilan yang menyeret Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir. Penyidik menggali mekanisme yang ada dalam bank tersebut untuk mengetahui SOP yang berlaku dalam pencairan dana.

Loading...

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan satu tersangka atas nama Islahuddin Akbar yang juga merupakan salah satu pegawai Bank BNI Syariah, yang merupakan pegawai bank dan sekaligus merupakan teman Bachtiar Nasir.

“IA adalah temannya (Bachtiar Nasir). Beberapa penyidik kita melakukan komunikasi dengan pihak bank dalam kaitan untuk bisa menggali peraturan-peraturan internal di perbankan itu,” kata Martinus di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (17/2).

Polri mengatakan peran Islahuddin Akbar adalah mengalihkan dana sumbangan untuk aksi 411 dan 212 dari rekening yang mengatasnamakan Yayasan Keadilan untuk Semua kepada pengurus yayasan itu.

Menurut Undang-Undang tentang Yayasan, dana sebuah yayasan tidak boleh digunakan untuk honor atau kepentingan lainnya. Dana itu hanya boleh digunakan untuk kegiatan sosial yayasan tersebut.

“Yang bersangkutan (IA) diduga melakukan bantuan untuk mengalihkan atau membagikan kekayaan Yayasan Keadilan untuk Semua kepada pengurus,” jelas Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di kompleks Markas Besar Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (14/2).

Artikel Terkait

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More