Berita Terkini: 1.200 Massa dari Banten Ikut Ramaikan Aksi 212 di Depan Gedung DPR

Berita Terkini: 1.200 Massa dari Banten Ikut Ramaikan Aksi 212 di Depan Gedung DPR. Jakarta kembali riuh hari ini. Ribuan massa dari berbagai ormas Islam kembali menggelar aksi 212 atau 21 Februari di depan Gedung DPR/MPR RI yang berlokasi di Senayan, Jakarta Selatan.

Massa berbondong-bondong memadati kawasan tersebut. Dari yang tua hingga yang muda bersatu padu mengikuti aksi yang dijanjikan dalam berlangsung super damai itu. Massa itu tidak hanya dari sekitaran Jakarta saja.

Loading...

Diprediksikan, 1.200 warga dari Banten pun sudah berada dilokasi aksi 212. Massa tersebut berasal dari berbagai ormas seperti FPI, FUI dan warga lainnya dari berbagai daerah di Banten.

“Yang akan berangkat malam ini ada sekitar 1.200 masa yang tergabung dari berbagai ormas seperti FPI, FUI dan warga lainnya dari berbagai daerah di Banten,” kata Ketua Forum Umat Islam Banten (FUIB) Affan Ma’mun, di Serang, Banten Senin 20 Februari 2017.

Loading...

Ribuan massa aksi 212 yang datang dari berbagai daerah Banten berangkat menggunakan kendaraan yang berbeda, dari mulai kendaraan umum dan pribadi dari kota Serang menuju jalur tol Tangerang-Merak. Sedangkan untuk wilayah Tangerang Raya, pemberangkatan dilakukan masing-masing koordinator.

Menurut Affan, kedatangan mereka hanyalah untuk menyampaikan aspirasi tanpa terprovokasi serta murni tanpa ada unsur politik didalamnya. Massa pun dipastikan akan membubarkan diri setelah aspirasinya didengarkan oleh DPR/MPR dengan tertib demi menjaga keutuhan NKRI.

“Kami akan menyampaikan aspirasi tanpa provokasi dan politisasi. Serta akan membubarkan diri dengan tertib demi keutuhan NKRI dan revolusi akhlak,” tegas dia.

Berdasarkan pantauan di sekitar Kota Serang, hujan yang mengguyur deras tak menyurutkan massa berkumpul di beberapa lokasi strategis. Petugas kepolisian pun berjaga seperti di Pintu Tol Serang Timur.

Ribuan massa aksi 212 ini menuntut agar Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, menghentikan kriminalisasi ulama dan penangkapan mahasiswa.

Artikel Terkait

Loading...

Comments are closed.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More