Berita Terkini. Massa Pro Ahok Padati Balai Kota Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Berita Terkini. Massa Pro Ahok Padati Balai Kota Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Berita Terkini. Massa Pro Ahok Padati Balai Kota Nyanyikan Lagu Indonesia Raya. Puluhan hingga ratusan warga dari massa pro Ahok hari ini memadati Balai Kota Jakarta, Jakarta Pusat. Mereka menggelar paduan suara sebagai bentuk kekecewaan atas vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada tersangka kasus penistaaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Massa sudah berkumpul sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Massa yang hadir dari berbagai daerah itu serentak mengenakan pakaian serba merah putih. Nampak, musisi kondang Adi MS terlihat memandu acara paduan suara spontanitas yang diadakan di Balai Kota tersebut. Ada tiga lagu yang nantinya akan didendangkan oleh massa tersebut, yakni Indonesia Raya, Rayuan Pulau Kelapa, dan Garuda Indonesia.

“Kita kepanasan memang. Tapi kalau mengingat Pak Ahok, derita kita enggak ada apa-apanya,” tutur Adi MS di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (10/5/2017).

Berita Terkini. Massa Pro Ahok Padati Balai Kota Nyanyikan Lagu Indonesia Raya

Loading...

“Kita berkumpul di sini sama-sama ingin mendukung kebenaran. Dan yang paling penting kita semua ingin mempertahankan NKRI dan Pancasila,” jelas dia.

Menurut Adi, massa yang hadir dapat tergugah jiwa nasionalismenya usai mengikuti paduan suara. Terlebih, ketika sejumlah kelompo dinilai  mulai mencoba merusak keutuhan Bhinneka Tunggal Ika. Paduan suara dadakan itu diminta untuk aktif di media sosial demi menyampaikan pentingnya jiwa nasionalisme. Mereka juga menggunakan hastag #paduansuarabalaikota untuk mempermudah keseragaman di media sosial seperti Twitter dan juga Instagram.

“Kita berkumpul di sini sama-sama ingin mendukung kebenaran. Dan yang paling penting kita semua ingin mempertahankan NKRI dan Pancasila, Mudah-mudahan karya-karya WR Supratman ini semakin membangkitkan jiwa nasionalisme kita” jelas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim telah mengetuk palu vonis hukuman terhadap Ahok. Gubernur DKI Jakarta tersebut dijatuhi hukuman selama 2 tahun penjara, pada Selasa (9/5/2017). Hakim juga memerintahkan Ahok untuk langsung ditahan, menetapkan barang bukti yang diajukan penuntut umum tetap terlampir, dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berkas perkara. Hakim juga membebankan kepada Ahok untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 5.000.

“Memperhatikan Pasal 156a huruf a KUHP dan pasal-pasal dari Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 serta ketentuan lain yang bersangkutan, mengadili, menyatakan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa olah karena itu dengan pidana penjara selama dua tahun,” kata Ketua Hakim Dwiarso Budi Santiarso.

Terkait

Loading...
Berita Terkait

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More