Dzikir dan Doa yang Harus Dibaca Saat Bayi Lahir

Setiap orang tua pasti mendambakan kelahiran putra-putrinya. Biasanya orang tua akan mempersiapkan berbagai macam hal baru untuk menyambut sang buah hati. Kebahagiaan orang tua juga dilakukan dengan cara menggelar syukuran dan doa bersama sekaligus marhabanan al-barzanji maulid Nabi sambil mencukur rambut bayi, yakhir pada hari ke-7 usai dilahirkan.

Bacaan barzanji ini adalah bacaan yang sering kali dibacakan oleh kebanyakan masyarakat, sehingga pastinya sudah tidak asing lagi jika kita mendengarnya.

Terlepas dari tradisi dan sunnah itu semua, sebagai bentuk syukur bahagia orang tua, tentu kita tidak boleh lupa dengan syariat agama Islam yang mengajarkan kepada kita untuk melakukan rangkaian dzikir dan doa yang patut dilakukan saat bayi baru lahir.

Dzikir dan doa ini utamanya dilakukan serta dibaca oleh ayah dari bayi yang baru dilahirkan, dan tetap dianjurkan untuk yang lainnya.

Rangkaian dzikir dan doa tersebut telah dirangkum oleh Sayyid Muhammad bin ‘Ali al-Tarimi dalam al-Wasail al-Syafi’ah fi al-Adzkar al-Nafi’ah wa al-Aurad al-Jami’ah (Beirut: Dar al-Ihya al-‘Ilm, 2000), hal. 269, sebagai berikut:

1. Membaca adzan pada telinga bayi sebelah kanan

2. Membaca iqamah pada telinga bayi sebelah kiri

3. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

اللهم اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيْدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا

Latin:

Allâhummaj’alhu bârran taqiyyan rasyîdan wa-anbit-hu fil islâmi nabâtan hasanan

Terjemahannya:

“Ya Allah, jadikanlah ia (bayi) orang yang baik, bertakwa, dan cerdas. Tumbuhkanlah ia dalam islam dengan pertumbuhan yang baik.”

4. Membaca surat al-Ikhlâsh pada telinga bayi sebelah kanan
5. Membaca surat al-Qadr pada telinga bayi sebelah kanan
6. Membaca ayat Q.S. Ali Imran (3: 36) pada telinga bayi sebelah kanan

وَإِنّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin:

Wa innî u’îdzu bika wadzurriyyatahâ minasysyaithânir rajîm

Terjemahannya:

“Aku memohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari pada setan yang terkutuk.”

7. Membaca doa berikut pada telinga bayi sebelah kanan:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّآمَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَآمَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَآمَّةٍ

Latin:

A’ûdzu bikalimatiLlâhi at-tâmmati min kulli syaithânin wa hâmmatin wamin kulli ‘ainin lâmmatin

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah dari segala setan, kesusahan, dan pandangan yang jahat.”

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab. Jangan lupa bantu sebarkan jika artikel ini bermanfaat untuk orang lain.

Inilah Doa Pertama yang Diajarkan oleh Allah SWT

Inilah Doa Pertama yang Diajarkan oleh Allah SWT

Surat Al-Fatihah merupakan urutan surat pertama di dalam kitab suci Al-Qur’an. Di dalam surat yang disebut sebagai ummul kitab tersebut, terdapat doa pertama yang diajarkan Allah SWT dalam Al-Qur’an.

Hal itu diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Muhibbin Caringin, Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim. Doa tersebut terkait dengan memohon petunjuk jalan lurus yang dibahasakan sebagai shirathal mustaqim.

“Doa pertama yang diajarkan Allah di Surat Al-Fatihah adalah, Tunjukkan kami Shirathal Mustaqim,” ujar Kiai Luqman, Rabu (6/2) lewat twitternya.

Lebih lanjut, Direktur Sufi Center Jakarta itu merinci maksud doa shirathal mustaqim, yaitu jalan lurus menuju Allah, jalan istiqomah, jalan para Nabi, Wali, orang-orang shaleh, serta jalan berlimpah nikmat-Nya.

“Nikmat kita dilahirkan di dunia dan nikmat dilimpahi Islam, Iman, Ihsan,” imbuhnya.

Kiai Luqman juga mencatat, shirathal mustaqim sebagai jembatan yang harus dilalui manusia secara hakikat bukan hanya ada di akhirat, tetapi juga ada di dunia.

Menurutnya, saat ini di dunia, manusia sedang melintasi shirathal mustaqim. Jalan yang dipilih manusia akan mengantarkannya untuk mendapat nikmat atau sebaliknya, neraka.

Neraka di dunia yang berada di bawah jembatan shirathal mustaqim menurut penulis buku Jalan Ma’rifat ini ialah neraka caci maki, jilatan api fitnah, dendam, jahanam kemungkaran, dan kegelapan kekufuran.

“Sekarang, di dunia ini, kita sedang melintasi shirathal mustaqim. Di bawah ada neraka caci maki, jilatan api fitnah, dendam, jahanam kemungkaran, bahkan kegelapan kekufuran,” jelas Kiai Luqman.[]

Sumber: NU

Inilah Manusia Paling Lemah Menurut Nabi Muhammad SAW

Inilah Manusia Paling Lemah Menurut Nabi Muhammad SAW

MANUSIA merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnnya. Oleh sebab itulah manusia harusnya bersyukur atas karunia yang diberikan oleh Allah SWT tersebut.

Baca juga: Fenomena Akhir Zaman yang Terjadi Saat Ini Seperti Penjelasan Hadits Nabi Muhammad SAW

Manusia diberikan suatu kekuatan yang mendorong dan mengalahkan makhluk lainnya. Yakni kekuatan akal pikiran dan ruh yang tidak dapat dilihat secara langsung.

Begitu besarnya nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada manusia. Namun banyak di antara mereka yang tidak mensyukuri pemberian Allah tersebut. Sehingga membuat mereka menjadi orang yang sombong karena merasa lebih segalanya dari mahluk lain.

Padahal sebenarnya, manusia itu adalah mahluk yang paling lemah dan pelupa. Namun, di antara orang-orang yang lemah tersebut terdapat manusia yang paling lemah menurut Rasulullah SAW. Berikut ini adalah orang yang paling lemah menurut Rasulullah.

Allah SWT menciptakan manusia dari setetes sperma yang bertemu dengan indung telur. Tahap demi tahap dihingga tumbuh dan berkembang menjadi janin, bayi, kanak-kanan, remaja hingga akhirnya lansia. Tidak dapat dipungkiri, bahwa manusia adalah makhluk yang lemah. Hanya saja kekurangan yang mereka miliki dapat ditutupi dengan kelebihan yang dianugerahkkan kepada mereka. Namun hal yang sangat disayangkan kemudian adalah mereka menjadi angkuh kepada Allah SWT.

Menurut Rasullah SAW, orang yang paling lemah itu ialah mereka yang tidak mau berdoa kepada Allah SWT.

“Manusia paling lemah adalah orang yang paling malas berdoa (kepada Allâh). Dan orang yang paling bakhil adalah orang yang bakhil memberi salam” (HR. Abu Ya’lâ, ath-Thabrâni, Ibnu Hibbân dan ‘Abdul Ghani al-Maqdisi. Syaikh al-Albaani rahimahullah menilainya berderajat shahih. Lihat ash-Shahihah no.601 dan Shahiihul Jaami no.1044).

Baca juga: Romantisnya Baginda Rosulullah SAW, Menauladani Kisah Nabi

Padahal, Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu memanjatkan doa kepada-Nya demi kebaikan mereka di dunia dan akhirat.

[adace-ad id=”15013″]

Allah Ta’ala berfirman : “Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina” (QS. Ghafir/40:60).

Hal tersebut menjadi bukti kelembutan Allah kepada para hamba-Nya dengan menyerukan kepada mereka agar selalu memohon hanya kepada-Nya. Hal ini bertujuan agar manusia tersebut dimudahkan dalam urusan dunia dan akhiratnya. Doa-doa yang diucapkan tersebut dapay berupa doa ibadah, doa permintaan serta yang lainnya dan Allah janji kepada mereka akan mengabulkan permohonan tersebut.

Sedangkan untuk mereka yang angkuh dan sombong tidak mau berdoa kepada Allah maka niscaya orang-orang dari golongan ini akan dimasukkan ke dalam neraka jahanam yang sangat hina. Selain neraka, ada banyak hal lagi yang akan didapatkan oleh orang lemah yang malas berdoa ini.

Doa secara mutlak bermakna permohonan hamba kepada Rabbnya untuk berkenan membawakan kebaikan bagi dirinya dan menyingkirkan keburukan dari kehidupannya. Orang yang senantiasa memanjatkan doa kepada Allah untuk memohon sesuatu, memuji dan menyanjung-Nya, sebenarnya ia dalam kebaikan dan ibadah yang besar.

Baca juga: Kisah Segelas Susu, Buah Manis dari Kebaikan

Lain halnya dengan mereka yang malas berdoa kepada Allah SWT. Merugilah orang-orang yang menyombongkan diri dengan tidak mau memohon kepada Allah, Dzat yang Maha Mengatur alam semesta dan segala perkara di dalamnya.

Tanpa disadari, manusia sebenarnya adalah makhluk yang lemah, baik lemah fisik, jiwa dan hati serta punya banyak kekurangan. Untuk itu, janganlah menyombongkan diri dengan tidak mau berdoa kepada Allah dan beribadah kepada-Nya. Jangan sampai kita sebagai umat mukmin menjadi hamba Allah yang paling lemah. Perbanyaklah berdoa kepadanya agar bisa mendapatkan kebaikan dan karunia dari Allah Ta’ala.

Sumber: INFOYUNIK

Doa Memohon Perlindungan Bagi Para Wanita Seperti Anjuran Rosul

Doa Memohon Perlindungan Bagi Para Wanita Seperti Anjuran Rosul

BAHKAN Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya sebuah doa yang bisa melindungi aurat dari pandangan yang penuh syahwat.

Baca juga: Kisah Inspirasi, Abu Bakar Menangis Disaat Sahabat yang Lain Bergembira

Islam sangat mengutamakan dan memuliakan para wanita. Hal ini terlihat dari banyaknya ajaran yang ditujukan untuk melindungi wanita.

Salah satunya adalah perintah untuk menutup dan menjaga aurat. Ya sudha menjadi kewajiban bagi para wanita muslim menjaga aurat.

Bahkan Rasulullah SAW mengajarkan kepada umatnya sebuah doa yang bisa melindungi aurat dari pandangan yang penuh syahwat.

Disebutkan di dalam kitab al-Adzkar, Imam An-Nawawi menukil sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnus Sunni dari Sahabat Anas bin Malik RA.

Baca juga: Muslimah Menjaga Hati, Ini Caranya!

Rasulullah SAW bersabda, “Sebagai penutup aurat anak Adam (manusia) dari pandangan mata iblis, apabila seseorang menanggalkan pakaiannya, hendaklah ia membaca Bismillahilladzii laa ilaha illa huwa -Dengan menyebut nama Allah Ta’ala yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia” .

Sumber: DREAM

Kamu Takut Miskin? Bacalah Sejenak ‘Nasihat Emas’ dari Ulama Besar Ini!

Kamu Takut Miskin? Bacalah Sejenak 'Nasihat Emas' dari Ulama Besar Ini!

Anda takut miskin? Ini ada tulisan bagus dan penuh keutamaan yang kami kutip dari laman facebook Ustadz Muhammad Elvi Syam, Lc. M.A. Berikut pesan dan tulisan beliau:

Kepada Orang yang ragu akan rezkinya…..

Kepada seorang pemuda yang ragu melangkah maju untuk menikah, khawatir tidak bisa menghidupkan rumah tangga…….

Kepada orang tua yang membatasi anaknya hanya dua atau tiga saja, karena khawatir miskin….

Kepada suami yang ragu untuk berpoligami, karena takut tidak bisa memberi makan istri kedua dan anak-anaknya….

Kepada istri pertama, yang tidak mau memberikan izin kepada suaminya untuk berpoligami karena khawatir jatuh miskin, atau tidak mendapatkan nafkah dari suami karena dibagi kepada istri kedua….

Kepada siapapun yang bingung hidup… takut miskin….

Kepada orang yang selalu mengeluh kesusahan hidup…. dan lain sebagaianya.

Simaklah Nasehat emas dari ulama besar “Al Hasan Al Basri” :

قال الحسن البصري: قرأت في تسعين موضعا من القرآن أن الله قدر الأرزاق وضمنها لخلقه ، وقرأت في موضع واحد ” الشيطان يعدكم الفقر” : فشككنا في قول الصادق في تسعين موضعا ، وصدقنا قول الكاذب في موضع واحد

Ulama Besar Al Hasan Al Basri berkata:

“Aku telah membaca di sembilan puluh tempat (90 kali disebutkan) di dalam Al-Quran, bahwa sesungguhnya Allah telah menetapkan (mentaqdirkan) rezki dan menjamin rezki itu untuk makhlukNya, dan aku membaca (hanya) pada satu tempat “ syeitan menakut-nakutimu akan kefakiran”, lantas, (apakah layak) kita ragu terhadap perkataan yang maha benar di sembilan puluh tempat, sementara kita mempercayai perkataan pembohong (hanya) di satu tempat?”

Apakah setelah ini, kita masih ragu terhadap rezki kita yang telah ditetapkan Allah untuk kita?

Bersemangatlah……,

Maju….

Jemputlah rezkimu yang telah Allah siapkan dan sedang menantinya kedatanganmu…

Bukankah Allah sebaik-baiknya penjamin? Masihkah kita ragu akan semua ketetapan-Nya?

Langkahkanlah kaki anda untuk maju ke depan…..

Baca Juga: Ingin Urusan Anda Dimudahkan? Amalkan Bacaan Doa Berikut Ini

Ingin Urusan Anda Dimudahkan? Amalkan Bacaan Doa Berikut Ini

Ingin Urusan Anda Dimudahkan? Amalkan Bacaan Doa Berikut Ini

Doa dimudahkan segala urusan dan pekerjaan. Jangan sombong, libatkanlah Allah dalam segala urusan duniamu. Mintalah petunjukkanya agar pekerjaan dan urusan duniamu tak membuatmu lupa pada-Nya.

Berikut ini adalah bacaan doa agar dimudahkan segara urusan saat menghadapi masalah atau kesulitan, silahkan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari:

اللهم يسر ولا تعسر

Alloohumma yassir wa laa tu’assir

Artinya: Ya Allah mudahkanlah dan jangan Engkau persulit.

Fatwa Lajnah Da’imah yang dipimpin Syaikh Al-‘Allamah Bin Baz menyebutkan:

الدعاء ب: (اللهم يسر ولا تعسر) جائز ، ولا حرج فيه، واليسر والعسر كله بتقدير الله سبحانه، قال تعالى: وَإِنْ تُصِبْهُمْ حَسَنَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَإِنْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَقُولُوا هَذِهِ مِنْ عِنْدِكَ قُلْ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ فَمَالِ هَؤُلَاءِ الْقَوْمِ لَا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ حَدِيثاً

“Doa dengan lafazh ‘Alloohumma yassir wa laa tu’assir’ diperbolehkan. Tidak ada masalah dalam kandungan doa tersebut.

Kemudahan maupun kesulitan semuanya terjadi dengan ketetapan Allah SWT. Sebagai hamba yang beriman, sudah sepantasnya kita meyakini bahwa apa-apa yang telah ditetapkan Allah adalah yang terbaik dari apa yang kita inginkan.

Didalam Al-Qur’an Allah telah berfirman:

“Dan jika mereka memperoleh kebaikan, mereka berkata, “Ini datangnya dari sisi Allah.” Dan jika mereka ditimpa kejelekan mereka berkata, “Ini datangnya dari sisi kamu (Muhammad).” 

Katakanlah, “Semuanya datang dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang munafiq itu hampir-hampir tidak memahami pembicaraan sedikitpun?”

Doa Menghadapi Kesulitan

Doa ketika menghadapi kesulitan lainnya dengan kalimat yang lebih panjang adalah

اَللَّهُمَّ لا سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَ أَنْتَ تَجْعَلُ الْحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً

“Ya Allah tak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah, dan yang sulit bisa Engkau permudah bila Engkau kehendaki mudah.” (HR. Ibnu Hibban).

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Rabbisyrahli shadri wa yassirli amri wahlul ‘uqdatam mil lisani yafqahu qauli

“Ya Allah, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, supaya mereka bisa mengerti perkataanku.” (QS. Thoha: 25-28).

Doa di atas dipanjatkan Nabi Musa a.s. ketika hendak menghadapi Fir’aun.

Doa di atas juga bisa baca saat menjalani ujian, tes, dan hendak berpidato agar mengatasi grogi atau gugup ketika berbicara di depan umum.

Baca Juga: Hinaan Dan Cacian Yang Membawa Berkah…Bacalah Sejenak!

Sumber: risalahislam

Jangan Engkau Biarkan Aku Sendiri dan Merasa Sepi

Jangan Engkau Biarkan Aku Sendiri dan Merasa Sepi

Tips agar hati tak pernah merasa kesepian dan tidak pernah merasa tersakiti adalah dengan cara terus mengingat dan menyebut nama Allh SWT. Mari sibukkan hati dengan menyebut Asma-Nya agar kita tidak pernah merasa kesepian walau berada ditempat sunyi sekalipun.

Air mata ini sering berjatuhan…

Kepahitan ini sering kurasakan…Rabb..kalau bukan diri-Mu yang ku kenal…Niscaya aku tidak akan pernah mampu tersenyum kembali…

Sakit itu sering kurasakan…Luka itu sudah menjadikanku teman…Rabb..andai bukan diri-Mu yg menyembuhkan…Ku yakin..tiada dokter yang mampu menyelamatkan…

Baca Juga: Penawar SAKIT Hati…..

Aku sayang pada-Mu ya..Rabb…Tapi..masih saja aku mengeluh akan dukaku…Aku rindu pada-Mu ya..Rabb…Tapi..masih saja aku takut..Kau marah padaku.

Jangan biarkan aku seorang diri ya..Rabb…Karena ku takut berjalan sendiri di sini…Jangan tinggalkan aku sendiri ya..Rabb…Karena ku takut tak bisa kembali…

Ketika kita merasa amat membutuhkan hadirnya seorang pendamping…Kerika kita terbelenggu merasa terbebani oleh beberapa masalah…saat hati kita dicekam oleh kesedihan karena tidak adanya teman sejati …atau ketika jiwa dipenuhi kerinduan untuk menimang buah hati yang lucu…

PANJATKAN DOA INI :

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ

“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al-Anbiya’ Ayat 89)

Ketika terasa sepi yang mencekam…Agar tetap ada senyum di hatimu…agar ikhtiar terus di sempurnakan…agar doa-doa tak bosan kau senandungkan…agar Iblis tak menggodamu yang menyebabkan engkau futur…

PANJATKAN DOA INI :

رَبِّ لا تَذَرْنى فَرْداً وَأَنْتَ خيْرُ الوارِثينَ

“Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al-Anbiya’ Ayat 89)

Sesungguhnya ini adalah do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Zakariya As. untuk menghapus kesendiriannya….

Kirim RENUNGAN Anda lewat email ke: [email protected], paling banyak dua (2) halaman MS Word atau 350 kata. Jangan lupa sertakan biodata singkat dan foto diri.

Sumber: facebook/artikel-renungan/

Baca Juga: Belajar Ikhlas dari Kupu-Kupu