Telat Ikuti Upacara Sumpah Pemuda, Puluhan PNS DKI Terancam Kena Sanksi

Telat Ikuti Upacara Sumpah Pemuda, Puluhan PNS DKI Terancam Sanksi

Berita Terkini. Telat Ikuti Upacara Sumpah Pemuda, Puluhan PNS DKI Jakarta Terancam Sanksi. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta hari ini Senin 30 Oktober 2017 menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-89 di lapangan eks Irti Monas, Jakarta Pusat.

Upacara yang di pimpin langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu dimulai sekira pukul 07.30 WIB. Saat upacaya sudah dimulai, ternyata masih banyak Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI yang masih berada diluar area upacara.

Mereka terlambat tiba di lokasi upacara. Mereka tidak diperkenankan masuk. Nampak pintu gerbang eks Irti Monas ditutup dan dijaga ketat oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Gubernur Anies Baswedan yang mengetahui peristiwa ini menegaskan akan memberi ganjaran terhadap oknum-oknum tersebut. “Kita beri sanksi,” tegas Anies di lokasi, Senin (30/10/2017).

Apel yang dihadiri ratusan pegawai Pemprov DKI, perwakilan organisasi masyarakat, Tagana, Resimen Mahasiswa (Menwa) dan puluhan pelajar SMA ini, dalam rangka memperingati jatuhnya Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober kemarin.

Terkait sanksi tersebut, Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah mengatakan, akan diberikan teguran lisan dan pencatatan. “Kita tanya kenapa terlambat, catat. Kalau lebih keras lagi, dibuatin surat teguran tertulis. Itu teguran paling rendah, teguran lisan dan teguran tertulis,” terang dia.

Aturan sanksi keterlambatan tidak mengarah pada pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). Saefullah menyatakan akan mempertimbangkannya agar efek sanksi lebih tegas bagi PNS yang terlambat. “Belum TKD, tapi nanti kita formulasikan,” Saefullah menutup.

Wanita Cantik Keponakan Kapolri Gadungan Ini Berhasil Tipu Korbannya Hingga Rp 1.7 M

Saat ditanya mengenai alasan keterlambatan, salah seorang PNS mengaku sudah berusaha datang lebih pagi. Namun, perjalanan dari rumahnya di Jakarta Timur tidak dapat ditempuh dalam waktu singkat. “Tadi udah dari pagi sih jalan tapi sampe sini upacara udah mulai. Jadi ya enggak bisa masuk,” kata PNS yang enggan disebutkan namanya tersebut.

Pria berseragam Korpri tersebut mengaku terjebak kemacetan di kawasan Cakung. “Biasa emang lagi pembangunan jadi jalanan macetnya lebih parah dari biasanya. Besok saya akan datang lebih pagi lagi,” ujarnya.

Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana

Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana

Presiden Jokowi Rayakan Hari Sumpah Pemuda dengan Ajak Atlet Main Bulu Tangkis di Istana.

WIDIYNEWS.COM – Hari memperingati perayaan Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober juga dirayakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini, Sabtu 28 Oktober 2017 di Istana Bogor.

Presiden Joko Widodo yang menghadiri perayaan itu mengawalinya dengan bermain bulu tangkis bersama sejumlah perwakilan atlet badminton Tanah Air yang juga hadir dalam perayaan tersebut.

Duel spesial itu berlangsung di halaman Istana Kepresidenan Bogor. Jokowi berpasangan dengan pebulu tangkis ganda Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sementara lawannya, pemain ganda Marcus Fernaldi berpasangan dengan Gregoria Mariska.

Jokowi nampak begitu antusias dan semangat saat memukul kok menggunakan raket yang ia pakai. Sayangnya, duel spesial ini hanya berlangsung singkat. Jokowi harus melanjutkan memantau sejumlah komunitas lain yang juga hadir dan telah berkumpul dihalaman Istana Bogor.

Dalam kesempata tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta itu didampingi oleh Kepala Bidan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, nampak pula Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, serta didampingi juga oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Menurut Imam Nahrawi, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda yang diadakan di Istana Bogor ini tidak hanya menghadirkan perwakilan selutuh atlet Indonesia dan komunitas dalam kesempatan tersebut, termasuk sejumlah musisi Indonesia juga turut dihadirkan dalam kesempatan tersebut.

Imam mengatakan, optimisme anak muda sangat luar biasa dalam merayakan Hari Sumpah Pemuda. “Semangat anak muda untuk menyatakan dirinya sebagai Indonesia tidak sedikit pun kita raguka,” kata Imam.

KPAI : Jadikan Hari Sumpah Pemuda untuk Melawan Penjajahan Anak dan Remaja

KPAI : Jadikan Hari Sumpah Pemuda untuk Melawan Penjajahan Anak dan Remaja

Kabar Terkini Hari Ini. KPAI : Jadikan Hari Sumpah Pemuda untuk Melawan Penjajahan Anak dan Remaja. 

WIDIYNEWS.COM – Peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada hari ini Sabtu 28 Oktober 2017 sudah sepatutnya dijadikan momentum untuk menggelorakan semangat  untuk menghentikan penjajahan terhadap anak dan remaja. Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto.

Menurut Susanto, saat ini Indonesia tengah menghadapi pola penjajahan baru yang menyasar kalangan anak-anak dan remaja. Para pemuda, sudah sepatutnya menjadi penggerak untuk menghentikan tindak kejahatan tersebut, tegas Susanto. “Kejahatan terorisme terus menyasar anak dan remaja. Ini menu baru penjajahan di era kini,”.

Ditambah lagi, menurutnya, ekspansi distribusi pornografi semakin menjadi-jadi. Dan target konsumsinya adalah kalangan anak-anak. Inilah yang seringkali memicu anak sebagai pelaku penyimpangan seksual.

Disamping faktor disfungsi pengasuhan, minimnya kontrol sosial, serta adanya kecenderungan bergesernya standar nilai etik di masyarakat. Kejahatan berbasis siber menjadi modus baru para pelaku kejahatan, tandas Susanto. “Bandar narkoba tak lagi menggunakan pola manual dalam perdagangan narkotika, namun strateginya bergeser menggunakan pendekatan teknologi,”.

Belum lagi perkembangan teknologi yang kian pesat membuat anak-anak semakin terakses oleh pelaku kejahatan. Modus baru tersebut, menurut Susanto, membuat orang tua kewalahan untuk memastikan anaknya tak terjerumus dalam penyalahgunaan narkotika.

Belum lagi, kasus eksploitasi anak demi kepentingan ekonomi juga masih sangat tinggi. Susanto lantas menyinggung terjadinya pabrik petasan yang terbakar di Kosambi, Kabupaten Tangerang baru-baru ini. “Terbaru, ada dugaan pabrik petasan di Tangerang menghebohkan publik. Ia diduga melibatkan anak bekerja di sektor berbahaya dengan gaji rendah dan target tinggi,” kata Susanto.

Tingginya kasus kejahatan terhadap anak dan remaja, kata Susanto, membuat peran para pemuda sangat diperlukan untuk mengatasinya. Penanganan kasus anak harus menjadi panggilan jiwa para pemuda Indonesia. “Maka cegah dengan cara yamg jitu agar anak indonesia terselamatkan dari paparan kejahatan,” kata Susanto.

 

Cara Unik Google Ikut Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-88

Google Ikut Peringati Hari Sumpah Pemuda Ke-88 Lewat Google Doodle Hari Ini

Widiynews.com – 28 Oktober merupakan hari bersejarah yang teramat penting untuk bangsa Indonesia, dimana setiap tanggal tersebut diperingati Hari Sumpah Pemuda sejak diresmikan pada 28 Oktober 1928 silam. Tepat dihari ini pula, Hari Sumpah Pemuda Indonesia sudah berlangsung selama 88 tahun.

Tonggak sejarah Indonesia ini pun tak luput dari perhatian Google, sang perusahan Internet raksasa didunia. Google memang punya cara unik setiap kali memperingati hari-hari besar dunia dengan cara menampilkan gambar unik Doodle miliknya, termasuk hari bersejarah yang satu ini “Hari Sumpah Pemuda”.

Jika Anda secara teliti melihat halaman muka perambaan internet Google hari ini, Anda akan disuguhkan dengan tampilan yang sedikit berbeda dari biasanya. Kini, melalui Google Doodle perusahaan tersebut menampilkan sebuah ikon gambar animasi yang diilustrasikan dengan enam pemuda dan pemudi dari beragam suku di Indonesia yang mengenakan pakaian adat Jawa, Bali dan Sunda.

Apabila gambar tersebut di klik, gambar tersebut akan mengeluarkan sebuah kalimat sakral yang seolah-seolah diteriakkan oleh keenam pemuda-pemudi tersebut. Bunyi kalimat tersebut adalah Satu Tanah Air, Satu Bangsa dan Satu Bahasa.

Kalimat-kalimat tersebut merupakan rujukan yang diambil dari ikrar yang diucapkan oleh para pemuda dari berbagai suku bangsa Indonesia pada momen Sumpah Pemuda masa lalu, yakni tepatnya pada 28 Oktober 1928 silam.

Berikut ini bunyi Sumpah Pemuda berdasarkan hasil putusan kongres tersebut:

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia

Kami poetra dan poetri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.