Bukan tentang Siapa Terbaik, Tapi Siapa yang Mau Berbuat Baik?

Bukan tentang Siapa Terbaik, Tapi Siapa yang Mau Berbuat Baik?

SEORANG anak kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai … LAUT INI MALING,

Tak lama datanglah nelayan yang membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai … LAUT INI BAIK HATI,

Seorang anak tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai … LAUT INI PEMBUNUH ..

Seorang diatas perahu dan di hantam badai, lalu menulis dipantai … LAUT INI PENUH MARABAHAYA

Tak lama datanglah Seorang lelaki yang menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai … LAUT INI PENUH BERKAH .

Sementara lautan dan seisinya tak pernah mengeluh sedikitpun, Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

MAKA.. JANGAN RISAUKAN OMONGAN ORANG, KARENA SETIAP ORANG MEMBACA DUNIA DENGAN PEMAHAMAN & PENGALAMAN YG BERBEDA.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yg baik. Meski terkadang kebaikan tdk senantiasa di hargai.

Tak usah repot-repot menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu.

Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi Siapa yang mau berbuat baik. Jangan menghapus Persaudaraan hanya karena sebuah Kesalahan.

Namun Hapuslah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan. Jika datang kepadamu gangguan.

Jangan berpikir bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Perih, tapi berpikirlah bagaimana cara Membalas dengan yang lebih Baik. Kurangi mengeluh teruslah berdoa Sibukkan diri dalam kebaikan.

Hingga keburukan lelah mengikuti kita. Tugas kita adalah berbuat yang baik & benar, dan Bukan untuk menghakimi.

Memaafkan adalah memaafkan tanpa TAPI, Menghargai adalah menghargai tanpa TAPI. Jangan pakai hukum sebab akibat untuk membenarkan amarahmu, Karena jika kau baik, amarah tak akan dibiarkan tumbuh subur d hatimu.[hijrah]

Wahai Para Suami, Percantiklah Istrimu dengan Akhlaq dan Ilmu, Bukan Indahnya Nafsumu!

Wahai Para Suami, Percantiklah Istrimu dengan Akhlaq dan Ilmu, Bukan Indahnya Nafsumu!

Wanita adalah makhluk terindah di dunia. Maka, ketika seorang pria telah menentukan seorang wanita sebagai teman hidupnya, maka jagalah ia dengan bijaksana, perindahlah dirinya dengan akhlaq dan ilmu, bukan dengan keindahan nafsu.

Pada hakikatnya, wanita memang suka dengan yang cantik, dan indah, tapi keindahan nafsu yang berupa harta dunia takkan pernah cukup membuatnya menjadi indah. Tapi, saat indahnya ilmu dan akhlaq yang engkau berikan padanya, maka Allah akan mencukupkan keindahannya sampai akhirat kelak.

Wanita Seperti Kristal

Wanita itu layaknya kristal, yang harus kamu jaga dan berlemah lembutlah kepadanya

Wanita itu seperti kiristal, yang harus kamu jaga dengan baik dan penuh kelembutan, karena hati seorang wanita memang Allah ciptakan lebih lunak dari hatimu.

Baca: Hai Muslimah, Jika Tak Ingin Bertambah Dosamu, Hindari Berhijab Seperti Ini!

Maka asahlah ia dengan akhlaq dan ilmumu, agar ia tetap menjadi yang terindah untuk dimiliki, karena jika kamu berlaku seadanya padanya, sudah pasti ia akan juga berlaku semaunya padamu.

Buktinya tak jarang seorang istri melawan kepada suaminya saat dinsehati, hal itu tak lain hanya karena terkadang sang suami menasehatinya dengan penuh amarah, maka dari itu jika tak ingin istrimu bersuara lantang padamu kelak, jangan ajari dia dengan subuah kekerasan nafsu belaka.

Wanita Seperti Kaca

Wanita itu seperti kaca, ia sangat mudah pecah dan tak bisa menerima kekerasan

Ingat, wanita itu seperti kaca, sangat mudah pecah dan tidak bisa menerima kekerasan. Bagaimana sebuah benda yang berbahan kaca? Yaitu ia licin, dan jika yang memegang tidak berhati-hati maka bisa jadi ia akan lepas dari genggaman dan jatuh, sehingga akhirnya iapun pecah.

Begitu juga dengan seorang wanita, saat kamu tidak menjaganya dengan baik, tidak berlemah lembut padanya saat memperbaiki kesalahannya, maka bisa jadi ia akan sangat terluka hatinya.

Terimalah Kekurangannya

Jika engkau sudah yakin memilihnya sebagai pendamping hidup, maka terimalah segala kekurangannya.

Jadi, apabila engkau memilihnya menjadi pendamping hidupmu kelak, maka terimalah segala kekurangan yang ada pada dirinya. Jangan mengeluh, apalagi sampai meninggalkannya saat dirimu tahu segala kekurangan yang ada pada dirinya.

Karena tak sedikit seorang pria meninggalkan istrinya saat setelah pernikahan, hanya karena sikap dan perilakunya menurutnya berubah, padahal bukan ia berubah, hanya saja pria kurang mengetahui sifat asli wanitanya tersebut.

Baca: Tabi’at Buruk Seorang Istri Akan Menjadi Baik Saat Suami Senantiasa Sabar Membimbingnya

Wanita Tercipta dari Tulang Rusuk

Wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, jika engkau ingin meluruskannya maka engkau bisa mematahkannya.

Pria juga harus selalu ingat, bahwa wanitamu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, dan sampai kapanpun ia akan menjadi bengkok, jadi jika engkau ingin memaksa meluruskannya maka engkau akan mematahkannya.

Wanitapun demikian, ia akan tetap seperti itu, sebab itulah mengapa Allah menganugerahi hati yang lembut padanya, agar saat kau mensehatinya iapun bisa mudah menerima dengan cepat.

Bersikaplah Lembut Kepada Istrimu

Bersikaplah lemah lembut kepada istrimu, bersabarlah dan tegurlah dengan kebaikan jika ia melakukan kesalahan.

Maka, bersikaplah lemah lembut kepada mereka, bersabarlah jika ia melakukan kesalahan, bersabarlah menghadapi bengkoknya akhlaq mereka, bersabarlah menghadapi lemahnya akal mereka, serta janganlah berharap lurusnya seorang wanita, tetapi berharaplah agar ia selalu lurus beriringan mengikuti langkahmu sebagai imamnya.[]

Sumber: https://humairoh.com/wanita-makhluk-terindah-di-dunia-maka-perindah-dirimu-dengan-akhlaq-dan-ilmu-bukan-dengan-indahnya-nafsumu/

7 Cara Tetap Istiqomah di Zaman Now dari Hisyam Al-Hisyami

7 Cara Tetap Istiqomah di Zaman Now dari Hisyam Al-Hisyami

Cara Tetap Istiqomah di Zaman Now

Sungguh diantara cara agar seseorang bisa istiqomah dizaman sekarang yaitu dengan:

1. Berupaya untuk “sami’na wa atho’na”, meski ibadah kita belum sepenuhnya sempurna. Namun dengan ‘upaya’ dalam menegakkan agama, Allah telah mencatat pahala itu sebagaimana upaya orang-orang yang berhijrah dijalan-Nya.

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an Surah : An-Nisaa (4:100)

. ۞ وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا .

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju) maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

2. Saling mengingatkan antar sesama muslim perihal kebaikan meskipun diri belum sepenuhnya benar.

3. Aktif dalam Komunitas / Organisasi keagamaan. Karena untuk taat kita tak bisa sendirian.

4. Cari lingkungan yang baik dan jauhi lingkungan yang tidak baik

5. Cari teman yang shaleh

6. Ikuti Kajian/Majelis ilmu minimal 1x dalam seminggu.

7. Terus benahi diri dan menjaga sholat agar terhindar dari perbuatan keji dan munkar.

Semoga kita senantiasa diberikan kemudahan dalam istiqamah taat kepada Allah swt dan RasulNya. Aamiin

Oleh : Hisyam Al – Aslamiy[]

Sumber: WATTPAD

Mereka yang Saat Ini Hebat Juga Pernah Jenuh, Dihina, dan Malas, Tapi Mereka Tetap Istiqomah!

Mereka yang Saat Ini Hebat Juga Pernah Jenuh, Dihina, dan Malas, Tapi Mereka Tetap Istiqomah!

MEREKA yang sekarang menurutmu hebat dulu pernah malas, jenuh, dan dihina. Tetapi dia tetap istiqamah dalam ketaatan, sebab ia sadar bahwa berubahnya menjadi lebih baik karena Allah dan hanya untuk Allah, bukan untuk mendapat penilaian dari manusia, dan hanya sekedar ikut trend saja.

Tetap Istiqomah dalam Ketaatan

Tetap Istiqomah dalam Ketaatan
Hijrah dalam ketaatan. Sumber: youtube.com

Bila Sudah Memilih Hijrah, Maka Hijrahlah Dengan Penuh Kesungguhan Hati, Agar Kebaikan Dari Allah Juga Tak Didapat Setengah-setengah

Maka, bila sudah memutuskan memilih untuk berhijrah, maka hijarahlah dengan penuh kesungguhan hati, agar kebaikan dari Allah juga tak didapat setengah-setengah.

Baca juga: Mengeluh Pun Tak Ada Gunanya, Lebih Baik Sibuk Berbaik Sangka Pada Allah dan Melatih Sabar

Karena bila hak kau putuskan hijrahmu hanya untuk Allah, maka saat merasa lelah, jenuh, dan ringkih saat mendapat hinaan takkan lagi membuatmu berkeinginan berpaling dari Allah, sehingga akhirnyapun Allah memberimu kebaikan seutuhnya.

Bila Kau Sudah Memilih Baik, Maka Usahakanlah Baik Seterusnya Tanpa Adalagi Keraguan Dalam Hati

Bila kau sudah memilih baik, maka usahakanlah baik seterusnya tanpa adalagi keraguan dalam hati, mantapkan dalam nurani bahwa perubahan yang kau lakukan hanya demi mendapat penilaian Allah Allah, bukan manusia.

Sadarkanlah hatimu untuk selalu menghadap-Nya, agar hijrahmu selalu Allah sertai dengan hidayah dan rahmat-Nya.

Jangan Sampai Kau Bertaubat Hari Ini, Lalu Besoknya Kau Kembali Meninggalkan Allah Dan Bermaksiat Lagi

Jangan sampai kau bertaubat hari ini, lalu besoknya kau kembali meninggalkan Allah dan bermaksiat lagi. Karena tak sedikit diantara kita yang ngakunya sudah berhijrah, sudah taubat, dan pakaian sudah serba tutup.

Namun selang berapa saat kemudian kembali pada penampilannya yang dulu, yang jauh sekali dari kesan seorang muslimah.

Lelah? Itu Biasa, Sebab Seseorang Yang Akan Diangkat Derajatnya Oleh Allah Memang Akan Diuji Terlebih Dahulu

Lelah? Itu biasa, sebab seseorang yang akan diangkat derajatnya oleh Allah memang akan di uji terlebih dahulu, dan bilamana dia kuat akan ujian yang Allah berikan, maka sudah pasti ia akan selalu diberinya kebaikan, sehingga menjadi hamba yang istimewa dihadapan-Nya.

Bersabarlah Dan Teruslah Berjuang, Karena Menjadi Hebat Itu Bukanlah Abra Kadabra Langsung Jadi, Butuh Proses Yang Harus Kau Bayar Dengan Kesungguhan Hati

Jadi, bersabarlah dan teruslah berjuang selelah dan sejenuh apapun kau dalam menjalani hijrahmu, karena menjadi hebat itu bukanlah abra kadabra langsung jadi, tetapi butuh yang namanya proses yang memang harus kau bayar dengan kesungguhan hati dan ketaatan yang tanpa henti.[]

Sumber: HUMAIROH

Bantu kami lebih baik dengan klik share artikel ini. Jika Anda punya kemampuan menulis, mari bantu kami dengan mengirim artikel serupa diatas ke redaksi[at]widiynews[dot]com.

Meneladani Kisah Perjuangan Hijrah Nabi Muhammad SAW

Meneladani Kisah Perjuangan Hijrah Nabi Muhammad SAW

TAHUN Baru Islam kerap dimaknai sebagai ajang refleksi diri untuk berhijrah. Hijrah dari yang buruk ke arah yang lebih baik.

Momentum ini sekaligus menjadi hari bersejarah bagi umat Islam di seluruh dunia.

Dalam sejarahnya, tahun baru Islam digunakan untuk memperingati peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada 622 Masehi.

Saat itu, bangsa Arab tidak menggunakan tahun untuk menandai suatu peristiwa.

Namun atas usulan sahabat Ali bin Abi Thalib, peristiwa hijrahnya Nabi SAW dari Makkah ke Madinah lantas diabadikan sebagai patokan kalender Hijriyah Islam untuk pertama kalinya.

Hikmah Hijrah Nabi Muhammad SAW

Hikmah Hijrah Nabi Muhammad SAW
Hikmah Hijrah Nabi Muhammad SAW. Sumber gambar: dewandakwah.or.id

Bicara soal Hijrah, fenomena ini di masa Nabi ditandai dengan pindahnya umat Islam dari satu tempat ke tempat lainnya.

Saat itu, putra kesayangan Abdullah dan Aminah itu melihat pesatnya dakwah Islam di Yatsrib (sebutan lama kota Madinah) dan masuk Islamnya suku Aus dan Khazraj.

Diam-diam Nabi pun memerintahkan sahabatnya untuk pindah ke Yasrib, baik perorangan maupun berkelompok kecil.

Rupanya hijrah sahabat Nabi tercium oleh segelintir suku Quraisy. Mereka khawatir jika umat Islam akan balas boikot jalur perdagangan suku di Arab.

Satu-satunya cara agar umat Islam tidak memperluas sayap di Yasrib, yakni menghabisi Nabi Muhammad.

Hingga pada suatu malam, segolongan pemuda Quraisy mengepung rumah Rasulullah agar mereka dapat membunuhnya bila beliau keluar. Malam itu, Rasulullah diperintahkan Allah untuk hijrah.

Untuk mengelabuhi pemuda Quraisy, maka diaturlah siasat, Ali bin Abi Thalib diperintahkan tidur ditempat tidurnya dengan memakai mantel Nabi yang hijrah dari Hadramaut.

Ketika mengetahui Nabi berhasil kabur, pemuda Quraisy kecewa bukan kepalang. Mereka pun mencari jejak-jejak pelarian Nabi.

Sementara Nabi Muhammad bersama Abu Bakar sahabatnya, menuju Gua Tsur di Selatan Makkah.

Tiga hari tanpa banyak diketahui orang, kecuali Abdullah ibn Abi Bakar, Aisyah, dan Asma’ serta pembantu mereka ‘Amir ibn Fuhairah.

Setelah turun Ayat, tibalah Nabi di Yasrib. Beliau diterima baik oleh penduduk Yatsrib. Nabi resmi menjadi pemimpin penduduk kota ini. Bukan saja sebagai kepala agama, tetapi juga sebagai kepala negara.

Untuk memperkokoh fondasi masyarakat dan negara kala itu, Nabi pun meletakan dasar-dasar kehidupan masyarakat.

Dasar pertama, pembangunan masjid, selain untuk tempat shalat juga sebagai sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dan mempertalikan jiwa mereka.

Masjid juga dijadikan sebagai tempat bermusyawarah, untuk merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Bahkan, kedudukan masjid dijadikan sebagai pusat pemerintahan.

Dasar kedua, ukhuwah Islamiyah, persaudaraan sesama muslim. Nabi mempersaudarakan antara kaum Muhajirin, orang-orang yang hijrah dari Makkah ke Madinah dan kaum Ansor, penduduk Madinah yang sudah masuk Islam dan ikut membantu kaum Muhajirin.

Dasar ketiga, hubungan persaudaraan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama Islam. Di madinah di samping orang arab Islam, juga terdapat golongan masyarakat Yahudi dan oran-orang Arab yang masih menganut agama nenek moyang mereka. Agar stablitas masyarakat dapat di wujudkan nabi Muhammad mengadakan ikatan perjanjian dengan mereka.

Wanita Asal Jepang Ini Masuk Islam, Baca Kisah Perjalannya Disini!

Wanita Asal Jepang Ini Masuk Islam, Baca Kisah Perjalannya Disini!

KETIKA membayangkan tentang Jepang, sering kali kita membayangkan tentang “Negeri Matahari Terbit”, masakan dan budaya Jepang yang kaya, alamnya, teknologi tinggi.

Shinto, dan mungkin Buddha sebagai agama yang paling banyak dipraktikkan di negara ini.

Tetapi bagaimana jika kita berbicara tentang Islam dan Jepang?

Ada satu sosok yang menarik, dia adalah Nur Arisa Maryam, seorang wanita Jepang masuk Islam

Kini, Nur Arisa Maryam tinggal di Inggris.

Nur Arisa Maryam lahir dan besar di Tokyo, Arisa kemudian tertarik dengan bahasa asing, itulah sebabnya dia memilih jurusan Studi Malaysia dan Bahasa di universitas tempat dia belajar.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Bahkan sekarang, dia masih sangat tertarik dengan bahasa asing lainnya, dia mengambil kelas Bahasa Arab dan Studi Islam di salah satu institut di London.

Berikut ini adalah kisah pertemuan Arisa dengan Islam seperti dituliskan Gana Islamika.

Ketika Arisa sedang menyelesaikan studinya di jurusan Studi Malaysia di salah satu universitas di Tokyo, salah satu dosennya adalah seorang wanita Muslim berjilbab.

Selain itu, dengan jurusan yang diambilnya, itu juga memungkinnya untuk bertemu dengan banyak Muslim.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Di luar studi formal, dia juga mengikuti klub seni tari Indonesia di universitasnya, yang mana membuatnya lebih banyak lagi bertemu dengan Muslim lainnya.

Dari interaksi tersebut, Arisa berkisah, “Kemudian saya mulai menemukan Islam. Saya menyadari bahwa cara berpikir Muslim itu indah. Saya juga kaget dengan hal itu, karena apa pun yang terjadi, mereka hidup demi Tuhan mereka, dan telah mendedikasikan ibadah mereka hanya untuk Tuhan mereka.”

Keingintahuannya tentang Islam telah mendorongnya untuk mengambil kelas-kelas tentang Islam di universitasnya.

Nur Arisa Maryam kemudian memperhatikan bahwa orang Malaysia dan Indonesia, dalam bahasa sehari-harinya suka sekali menggunakan terminologi Arab, seperti “Masya Allah,” atau “Alhamdulillah.”

Dia mencoba menemukan artinya dalam kamus bahasa Malaysia atau Indonesia, tetapi tidak menemukannya.

Rasa penasarannya ini ternyata malah membawanya untuk mencari tahu lebih jauh tentang Islam.

Di dalam kelas tentang Islam Arisa mulai mempelajari dasar-dasar tentang agama Islam seperti Alquran dan Hadis.

Sejarah Nabi, cara-cara melaksanakan ibadah haji, situasi dunia Islam di era modern, dan sebagainya.

Setelahnya dia juga belajar tentang pelaksanaan syariat pada masa kini.

Meski demikian, Arisa masih menganggap bahwa Islam bukan bagian dari dirinya, dan dia merasa bahwa secara personal dia tidak memiliki keterikatan apapun.

Hingga suatu waktu Arisa merenung, ketika dia melihat kehidupan beragama orang Jepang, dia menilai bahwa mereka beragama hanya sebatas ritual saja.

Menurutnya, kebanyakan orang Jepang ketika ditanya apakah mereka percaya agama, mereka akan menjawab “tidak”.

Namun Arisa berpikir lebih jauh, dia mulai bertanya kepada dirinya sendiri, “Apakah saya percaya Tuhan atau tidak?”

Setelah melalui perenungan, karena banyak sekali keajaiban yang tidak bisa dilakukan manusia di dunia, dia menyimpulkan bahwa Tuhan itu ada.

Pada lain waktu, teman Malaysia Arisa mengajaknya untuk mengunjungi masjid di Jepang.

Untuk pertama kali dalam hidupnya Arisa memasuki masjid. Karena masjid di sana memiliki peraturan bahwa seorang wanita harus mengenakan hijab ketika masuk ke dalam masjid, maka Arisa mengenakan hijab dengan bantuan temannya.

Meskipun Arisa belajar tentang Islam di universitas, namun dia tidak tahu secara detail tentang praktiknya. Dia ingin mencoba salat, tetapi tidak tahu bagaimana caranya.

“Saya tahu mereka salat kepada Allah, tetapi saya tidak tahu mengapa mereka ingin salat,” kata Arisa.

Selain itu, dia juga mulai bertanya-tanya, kira-kira apa yang dirasakan seorang Muslim ketika sedang salat?

Mulai dari saat itu, Arisa bertekad, dia ingin mempelajari Islam secara lebih mendalam, tapi bukan karena dia sedang belajar tentang itu di universitas, tetapi lebih untuk pemahamannya sendiri.

Di dalam pikirannya, Arisa masih menganggap bahwa Islam adalah agama nun jauh di padang pasir sana, yang diperuntukkan untuk orang-orang asing, bukan dirinya.

Meski demikian, tidak seperti orang-orang pada umumnya, Arisa tidak memiliki prasangka buruk terhadap Islam. “Sejujurnya, saya tidak memiliki kesan buruk terhadap Islam, saya hanya belum memiliki kekaguman yang cukup untuk ini (Islam).”

Demikianlah, Arisa kemudian mulai mempelajari cara-cara salat, tujuannya bukan untuk spiritualitas, melainkan hanya untuk mencari pengalaman saja.

Dia ingin memahami sudut pandang Muslim ketika sedang beribadah.

Selain itu, di rumah, dia mulai mendengarkan Alquran dan mencoba mengingatnya.

Dia juga mengikuti ceramah-ceramah agama Islam bersama teman-temannya.

Sambil berjalan, dia mulai tertarik terhadap keindahan Islam dan kebaikan orang-orang Islam sebelum benar-benar menyadarinya.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Dia masih belum sadar, bahwa sesungguhnya dia telah benar-benar jatuh cinta terhadap Islam.

Sampai pada suatu waktu, ketika Arisa bekerja paruh waktu di acara Tokyo International Book Fair sebagai penerjemah bahasa Malaysia, dua orang wanita Muslim, asli orang Jepang, datang ke stannya.

Arisa sangat bersemangat bertemu dengan mereka. Dia ingin mendengar kisah mereka, yang asli orang Jepang, namun memilih untuk memeluk agama Islam. (PH)[]

Sumber: GANAISLAMIKA

Tak Perlu Balas Hinaan dengan Hinaan yang Sama, Tapi Balaslah dengan Perbaikan yang Nyata

Tak Perlu Balas Hinaan dengan Hinaan yang Sama, Tapi Balaslah dengan Perbaikan yang Nyata

PENILAIAN manusia memang tidak akan pernah sama diantara yang satu dengan yang lainnya, lantas jangan pusingkan dirimu dengan penilaian mereka yang selalu saja kurang baik dimata mereka.

BACA: Untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik dan Tahu Caranya Berjuang, Terkadang Kamu Memang Harus Sakit Hati Dahulu

Cukup kamu tahu saja, bila memang menurut Allah sudah baik, maka tidak usah kamu gusar saat ada yang menghinamu karena menurut mereka kurang baik.

Jangan pernah kamu balas hinaan mereka dengan hinaan yang sama, tapi balaslah dengan perbaikan diri yang nyata. Buatlah yang menghinamu takjub dengan perubahanmu, karena memang itulah yang seharusnya kamu lakukan.

[better-ads type=”banner” banner=”14293″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Jangan Terpancing Emosi. Introspeksilah Segera, Takut Ada yang Memang Harus Kamu Perbaiki

Satu hal yang sampai kapanpun harus kamu ingatkan pada hati, yaitu jangan pernah terpancing untuk emosi, meski benar orang lain telah menyakitimu dengan sangat keji.

Namun, introspeksilah segera, lunakkan hati untuk mengenali kekurangan yang ada pada dirimu, takut memang ada yang harus kamu perbaiki.

Jangan Bersedih, Karena Hinaan Sejatinya Pengingat Agar Kamu Tidak Pernah Lupa Untuk Menjadikan Dirimu Lebih Baik

Jangan biarkan hatimu untuk bersedih, jangan biarkan hatimu lemah lalu amarah, karena sungguh hinaan sejatinya pengingat agar kamu tidak pernah lupa untuk menjadikan dirimu lebih baik lagi dari masa ke masa.

Tidak Mengapa Orang Mempermasalahkan Kekuranganmu, Karena yang Penting Darinya Kamu Tahu Dimana Saja yang Harus Kamu Perbaiki

Maka tidak mengapa orang lain mempermasalahkan kekuranganmu, asal kamu sendiri memang selalu ada upaya untuk memperbaiki kekuranganmu.

Karena apapun kekuranganmu dimata manusia sebenarnya bukan masalah, jika kamu sendiri tahu dimana saja yang memang harus selalu kamu perbaiki.

Tetaplah Bersyukur Seperti Apapun Hinaan yang Datang Kepadamu, Karena Hinaan Sejatinya Jalan Agar Kamu Hidup Lebih Baik

Untuk itu biarkan orang lain menghinamu, tetaplah kamu bersyukur seperti apapun hinaan yang datang kepadamu, karena hinaan sejatinya jalan agar kamu selalu hidup lebih baik dengan perbaikan yang nyata.

BACA: Buatmu yang Sedang Diuji, Semoga Allah Selalu Menambahkan Sabar dan Ikhlasmu Dalam Menghadapinya

Tidak Perlu Dimasukkan ke Hati Hinaan yang Datang, Cukup Kamu Tahu Saja Bahwa Hinaan Adalah Cambuk Agar Kamu Tetap Menyukai Perbaikan Diri

Jadi seburuk appapun hinaan dan nyinyiran orang terhadapmu, jangan pernah diamsukkan ke hati, cukup kamu tahu saja bahwa hinaan adalah cambuk agar kamu tetap menyukai yang namanya perbaikan diri.

Sungguh tujuan Allah selalu baik, maka pastikan kamu selalu kuat dengan hinaan yang sebenarnya tidak kamu sukai. Namun, berupayalah untuk ikhlas dan yakin bahwa bersama Allah kamu akan selalu tegar menawan hati dengan kesabaran.[]

Sumber: HUMAIROH

Dapatkan konten-konten Islami baru dari Widiynews. Silahkan SHARE artikel ini di media sosial dan jangan lupa kunjungi situs kami setiap hari.

Untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik dan Tahu Caranya Berjuang, Terkadang Kamu Memang Harus Sakit Hati Dahulu

Untuk Jadi Pribadi yang Lebih Baik dan Tahu Caranya Berjuang, Terkadang Kamu Harus Sakit Hati Dahulu

BANYAK hal yang harus kita syukuri dalam hidup ini, meskipun kita tengah kecewa, tidak baik-baik saja, bahkan dalam kesedihan yang sangat mendalam sekalipun.

BACA: Jangan Khawatir Akan Allah Lewatkan Harapanmu, Sungguh Allah Maha Baik Dalam Mendengarkan Doa

Karena memang tidak ada satupun di dunia ini yang Allah ciptakan sia-sia, lantas bila saat ini kamu tengah kecewa dan bersedih maka tetap bersyukurlah, sebab darinya kamu tentu bisa belajar caranya bersabar dan ikhlas.

Dan terkadang kamu memang juga perlu sekali-kali merasa sakit, kecewa, dan dipatahkan oleh sesuatu yang kamu sendiri tidak menyukainya. Kenapa? agar kamu tahu caranya berjuang dan memperbaiki diri.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Terkadang Kamu Harus Tahu Perihnya Tidak Dihargai, Agar Kamu Tahu Berpikir Bagaimana Caranya Membenahi Diri

Maka dari itu, bila saat ini kamu sedang tidak enak hati karena merasa tidak dihargai tetaplah bersyukur, karena terkadang kamu memang harus tahu perihnya tidak dihargai, agar kamu tahu berpikir bagaimana cara membenahi diri.

Artinya, mungkin kamu tidak dihargai karena menurut orang lain kamu tidak sama dengan dirinya, atau menganggapmu banyak kekurangan, tapi jangan pernah kamu merasa kecewa dan mengutuk dengan amarah, karena bagaimanapun itulah cara agar kamu bisa semakin memantaskan dirimu.

BACA: Ikhlaskanlah, Karena Dibalik Kisah Burukmu Tersimpan Hikmah yang Luar Biasa

Terkadang Kamu Harus Tahu Pedihnya Dihina, Agar Kamu Tahu Caranya Menjadikan Diri Lebih Baik

Lalu bagaimana saat ada yang menghina? sedih? marah? tidak terima? seharusnya jangan bersikap demikian, karena terkadang memang kamu itu harus tahu pedihnya dihina, agar kamu tahu caranya menjadikan dirimu lebih baik, lebih pantas, dan berkualitas.

Terkadang Kamu Harus Tahu Rasanya Diremehkan, Agar Kamu Tahu Caranya Lebih Getol Menjadikan Dirimu Berkualitas

Terkadang kamu harus tahu rasanya diremehkan, tidak dipedulikan, atau bahkan dianggap tidak penting oleh orang lain, agar kamu tahu caranya menjadikan dirimu lebih berkualitas, sehingga akhirnya kamu tidak lagi menjadi bahan hinaan dan ejekan mereka.

Terkadang Kamu Harus Tahu Rasanya Terjatuh, Agar Kamu Tahu Caranya Bangkit Dengan Rasa Juang yang Lebih

Katika terjatuh atau gagal misalnya, mungkin kamu akan merasa sangat frustasi dan seakan tidak memiliki arah tujuan, tapi sejatinya semua itu adalah latihan untukmu lebih bijaksana lagi.

Terkadang kamu memang harus tahu rasanya terjatuh, ringkih, dan tidka berdaya, agar kamu tahu caranya bangkit kembali dengan rasa juang yang lebih besar lagi.

Terkadang Kamu Harus Tahu Rasanya Dikecewakan, Agar Kamu Tahu Caranya Bergantung Hanya Kepada Allah

Dan terkadang kamu memang harus tahu rasanya dikecewakan terlebih dahulu, agar kamu tahu caranya bergantung hanya kepada Allah sepenuhnya.

Karena biasanya, tatkala seseorang itu sudah merasa kecewa, merasa sakit hati, dan merasa sangat tidak beruntung, maka disitulah dia akan sadar bahwa yang benar-benar tidak akan pernah mengekecewakan kita adalah Allah, dalam siatuasi dan keadaan apapun.[]

Sumber: HUMAIROH

Dapatkan konten-konten Islami yang mencerahkan baru dari Widiynews. Silahkan SHARE artikel ini di media sosial dan kunjungi situs kami setiap hari.

Lebih Baik Sibuk Memperbaiki Keadaanmu daripada Sibuk Mengeluhkan Keadaan

Lebih Baik Sibuk Memperbaiki Keadaanmu daripada Sibuk Mengeluhkan Keadaan

APA yang telah terjadi dalam hidup ini terimalah dengan bijaksana, dengan penuh syukur dan berlapang dada. Semua yang Allah takdirkan untuk kita sebagai hambanya sudah pasti adalah yang terbaik, dan hikmahnya tentu amatlah besar pula.

Ntah kisah yang hadir itu berupa sesuatu yang kita sukai ataupun yang tidak kita sukai sama sekali, semuanya adalah skenario indah Allah yang nantinya akan membuat kita sadar yang terbaik menurut Allah itu seperti apa.

Baca: Sebaik-Baiknya Rencana Yang Telah Kau Atur, Masih Lebih Baik Lagi Rencana Yang Allah Tentukan

Maka, lupakanlah masa yang telah berlalu, apalagi hal itu adalah kisah yang membuat kita hanya dihantui rasa penyesalan dan seakan-akan setiap saatnya hanya mengutuk takdir Allah. Karena lebih baik memperbaiki keadaan yang sudah terlanjur terjadi daripada hanya sibuk mencela keadaan yang ada.

[better-ads type=”banner” banner=”16841″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Berhentilah Mendekte Allah Dengan Perkataan “Seandainya” Saat Kau Mengingat Masa Yang Telah Lalu, Karena Masa Lalu Takkan Pernah Kembali

Berhentilah mendekte takdir Allah dengan perkataan biasa seperti “Seandainya” ketika kau mengingat masa yang telah lalu, apalagi masa lalu itu adalah hal yang menyakitkan dan sesuatu yang bila diingat saat ini sangat tidaklah pantas.

Tetapi perlu kita sadari satu hal, bahwa masa lalu selamanya akan tetap mejadi masa yang telah berlalu, dan tentu semuanya takkan pernah hadir kembali dimasa yang akan datang.

Tentang kesalahan, keterlambatan, kegagalan, dan bahkan dosa sekalipun tidak akan pernah menjadi baik bila kamu sendiri hanya berbicara dalam angan dengan “Seandainya dulu aku tak pernah, seandainya dulu akau lebih berusaha, seandainya dulu aku sadar” dan semacamnya.

Semua itu takkan menjadi benar-benar baik jika dalam keadaan sekarang kau hanya sibuk mencela, bukan memperbaiki keadaan.

Penyesalan akan tetap menjadi sebuah penyesalan belaka, dan semua itu takkan merubah hidupmu menjadi lebih baik, apabila hanya penyesalan yang kamu rasa, dan tak mau memperbaiki.

Karena menyesal yang sesungguhnya itu adalah saat kau menyadari kesalahan dimasa kemaren dan tanpa dibarengi dengan tindakan untuk memperbaikinya.

Semua Yang Terjadi Dikehidupanmu Adalah Pelajaran Terbaik Untukmu, Renungi, Fahami, Dan Syukuri Secara Bijaksana

Semua yang terjadi dikehidupanmu adalah pelajaran terbaik untukmu, maka renungi dengan baik, fahami apa-apa yang menjadikanmu berbuat ataupun melakukan yang seharusnya tak kamu lakukan dimasa lalu, dan kemudian berbijaklah hati untuk mensyukurinya dengan penuh pengharapan kebaikan dari sang pemberi takdir.

Karena semua kisah yang telah kamu lewati, yang telah kamu lalui dimasa lalu tentu mempunyai makna tersendiri, dan itu semua tergantung bagaimana kebijaksnaan hatimu dalam menela’ahnya.

Kamu Tidak Akan Pernah Tahu Seindah Apa Goresan Kuasa Allah Yang Dibungkus Oleh Takdir Yang Ditetapkan Padamu, Sebelum Kau Bijaksana Menela’Ahnya

Kamu tidak akan pernah tahu seindah apa goresan kuasa Allah yang dibungkus dengan yang namanya takdir, yang sudah dipersembahkan untuk hidupmu, sebelum kau berbijaksana dalam menela’ahnya.

Maka, pandai-pandailah menela’ah setiap hal yang telah kau lewati dimasa lalu, bukan untuk menyesali terlalu dalam, tapi untuk melakukan perbaikan agar kau tak selalu mencela takdir Allah dengan selalu menyalahkan keadaan.

Berhentilah Membiasakan Diri Mengeluhkan Keadaan Karena Kejadian Yang Terlewati, Ambillah Hikmahnya Dengan Terus Melakukan Perbaikan

Berhentilah membiasakan diri mengeluhkan keadaan, karena kejadian yang telah kamu lewati. Ambillah hikmahnya dengan terus melakukan perbaikan.

Pandailah mencari solusi atas apa yang membuatmu menyesal dimasa lalu, bukan untuk kembali ringkih, tetapi untuk menyambut masa depan yang lebih baik dan lebih berarti, sehingga akhirnya kau menydari bahwa keputusan Allah lah yang terbaik.

Semua Orang Pasti Memiliki Kesalahan Dan Kesilapan, Tugasmu Hanya Menyadari Dengan Bijkasana Dan Mampukanlah Untuk Memperbaikinya

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Ingat, semua orang pasti memiliki kesalahan dan kesilapan dimasa lalu, tugasmu saat ini hanya teruslah maju menata masa depanmu dengan terus menyadari secara bijaksana.

Serta mampukanlah untuk memperbaikinya, sebesar apapun kesalahanmu dimasa lalu, maka tentu hal itu takkan berarti apa-apa, bila kau menyadari tugasmu yang memang sudah seharusnya menjadi lebih baik dari masa kemasa.[]

Sumber: HUMAIROH

Dapatkan konten-konten Islami yang mencerahkan terbaru lainnya dari Widiynews. Jangan lupa share artikel ini dan kunjungi situs kami setiap hari.

Ingin Hidup Bahagia Secara Islami? Lakukan 7 Cara Sederhana Ini!

Ingin Hidup Bahagia Secara Islami? Lakukan 7 Cara Sederhana Ini!

HIDUP INI SULIT, dan akan selalu begitu. Masalah datang silih berganti. Tapi semua tergantung dihadapi dengan bahagia atau keluh kesah.

Inilah yang ingin kita baca sama-sama, bagaimana cara agar hidup bahagia menurut Islam.

1. Jangan lihat ke atas

Yang pertama kalau mau bahagia, tidak boleh melihat orang yang berada di atas kita, nikmatnya. Contoh: Anda hanya punya sepeda untuk transportasi sehari-hari. Anda tidak boleh memandang orang yang sudah punya motor dan mobil.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Kalau ada Lamborghini parkir depan sekolah, kita gak perlu tahu siapa yang keluar dari dalamnya.

Kalau ada tetangga punya Kawasaki Ninja, kita jangan kepo dari mana dia dapat. Kalau mau tanya harga boleh, dengan syarat;

ada keinginan untuk membelinya dalam waktu dekat, dan
sudah ada dananya. Nabi Muhammad bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ

“Lihatlah orang yang ada di bawahmu dan jangan melihat orang yang ada di atasmu, sebab itu lebih baik agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah.” (Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah)

Melihat orang yang di atas kita hanya akan membuat leher pegal, dengki, iri, kufur nikmat dan yang terburuk adalah menyalahkan takdir Allah.

Solusinya, lihat ke bawah aja.

Kita cuma punya sepeda, orang lain gak punya kendaraan apa-apa. Orang lain, kakinya bermasalah sebelah. Orang lain gak bisa berjalan.

BACA: Dunia Ini Sungguh Adil, Apa yang Kamu Berikan untuk Orang Lain, Maka Seperti Itu Pula yang Kamu Dapatkan

Bertemanlah dengan mereka. Engkau akan bersyukur karena punya kaki dan sepeda untuk digowes. Jangan terlalu sering bergaul dengan orang yang lebih kaya. Lagi pula, kebanyakan orang kaya adalah penghuni neraka.

2. Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain

Tips bahagia yang kedua, jangan samakan atau bedakan diri kita dengan siapapun. Biarkah segalanya berjalan natural. Kita bukanlah mereka, mereka bukan kita.

Perbedaan adalah Sunnatullah

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Yang jadi masalah kan, kita suka membanding-bandingkan. “Dia makan nasi, sama kayak saya, tapi kok gantengnya beda?”

“Heran … dulu kita sekelas bareng, tapi kamu bisa punya jabatan lebih dulu.”

Orang tua juga sering melakukan dosa yang sama antar anak. Si ade ranking satu terus, kenapa si kakak selalu jeblok. Padahal yang bodoh adalah ayah-ibu mereka, tidak tahu bakat dan keahlian anak. Tanpa disadari, ortu adalah penyebab kesedihan anak.

Allah berfirman:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ

“Janganlah kalian mengharapkan Karunia Allah yang terdapat pada orang lain.” (An-Nisa: 32).

3. Jangan lihat masa lalu

Waktu adalah makhluk Allah yang paling cepat. Sedetik lalu dia pergi, tidak akan pernah lagi kita bertemu dengannya.

Menggunakan wahana apapun, kita tidak akan pernah mampu mengejarnya.

[better-ads type=”banner” banner=”16841″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Karenanya, mengejar waktu yang telah berlalu adalah perbuatan sia-sia. Apalagi, mengejarnya ingatan nostalgia, kenangan dan perasaan. Percuma.

Inilah alasan kita dilarang menengok kebelakang.

Mengingat dulu kita pernah menolong fulan, sekarang dia mendzalimi kita. Hanya akan membuat kita menyesal telah berbuat baik. Akhirnya, muncul rasa tidak ikhlas, riya bahkan dendam.

BACA: Bila Kenyataan Tak Sesuai Harapan, Tak Perlu Tangisi, Mintalah Agar Allah Membuat Hati Kita Ridho

Mengenang dulu betapa manisnya pacaran. Kok setelah nikah, gak enak kayak dulu. Hanya akan menjebak kita pada dosa dan melunturkan manisnya iman. Apalagi kalau pacarnya yang dulu, nikah sama orang lain.

Membayangkan enaknya dulu jadi anak orang kaya, dulu penghasilan bersih 10 jt perhari. Hanya akan menghapus iman kepada takdir.

4. Jangan kaitkan kebahagiaan dengan orang lain

Ada fenomena menarik dikalangan pemuda saat patah hati, lamaran ditolak. Biasanya mereka menangis karena merasa, “saya tidak bisa hidup tanpa dirinya”. “tidak ada wanita lain sebaik dia.”

[better-ads type=”banner” banner=”14293″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Siapa lah kita ini. Tidak bisa menolak cinta yang masuk ke dalam hati. Tapi gak begitu juga kali.

Inilah sikap mengkaitkan kebahagiaan dengan orang lain. Menganggap kalau bukan dengan doi, kita akan menderita. Justru kebiasaan menutup diri ini yang sebenarnya menghalangi datangnya kebahagiaan lain.

Padahal yang membuat kita bahagia adalah Allah, bukan siapapun.

وَأَنَّهُ هُوَ أَضْحَكَ وَأَبْكَى

Allah lah yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis, (An-Najm: 43)

Perasaan tidak ada orang lain lagi yang pantas bersanding bersama kita adalah akibat kurang piknik. Imam Syafii dalam syairnya berkata:

سافر تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ

Bersabarlah, kan kau temukan pengganti dia yang telah berpisah dengan mu.

5. Hidup sederhana

Ada quotes menarik yang sering saya baca di media sosial, “bahagia itu sederhana …”.

Ternyata ada benarnya juga.

Sederhana adalah istilah lain untuk bahagia. Bahagia adalah sederhana, sederhana adalah bahagia. Kalau mau bahagia harus sederhana.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Yang bikin hidup menderita, terhimpit dan tertekan sebenarnya bukan kebutuhan hidup tapi gaya hidup.

Udah bagus punya sofa peninggalan orang tua, pake diganti dengan model terbaru hanya karena udah gak zaman dan gak matching dengan design ruangan.

Kasus serupa sering terjadi pada aksesoris dan gadget. Kalau udah punya tas, gak usah beli baru selama gak butuh mendesak.

BACA: Apapun yang Terjadi Hari Ini Ambil Hikmahnya, Sabarlah Karena Allah Maha Segalanya

Punya smartphone gak usah ganti-ganti selama masih bisa untuk komunikasi. Jangan sampai karena gak kuat gaming, atau punya teman kameranya lebih bening, lantas maksa-maksa beli baru.

Ingat rumus fisika P = F?

Gaya sama dengan tekanan. Artinya, semakin banyak gaya semakin tertekan.

Dengan hidup sederhana, secara tidak langsung kita telah menyederhanakan masalah jadi lebih mudah.

6. Berbaik sangka pada Allah

Ada satu tips mujarab kalau mau hidup bahagia, berpikir positif bahwa kita berada dijalan yang benar karena Allah selalu memberikan kebaikan.

Misalnya kita terjebak macet. You tau lah, panas dan membosankan. Kalau kita berpikir macet itu menyita waktu, pasti yang ada hanya kesal.

[better-ads type=”banner” banner=”16841″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Coba husnudzon, Allah memberikan kita kebaikan. Bisa jadi kita gak kena macet, tapi gak selamanya jalan lancar cepat mengantarkan kita ke rumah. Bisa jadi bablas ke rumah sakit.

BACA:

Tidak selamanya lamaran ditolak itu buruk. Bisa jadi Allah sedang siapkan pengganti yang lebih baik secara fisik dan akhlak.

Dengan begini, semua yang kita hadapi akan terasa ringan karena bagaimanapun jalan ceritanya, akan selalu happy ending.

Bahkan jika harus mati pun, kita tetap dianjurkan husnudzon kepada Allah. Dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Abu Daud, Rasulullah bersabda:

لَا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إِلَّا وَهُوَ يُحْسِنُ الظَّنَّ بِاللَّهِ

Janganlah seorang pun di antara kalian yang mati kecuali dalam keadaan berhusnudzon kepada Allah.

7. Qonaah

Kalau kita perhatikan, perasaan tidak bahagia bisa disebabkan 2 faktor. Pertama, eksternal. Contohnya; penyakit, kecelakaan, cinta ditolak dsb. Kedua, internal.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Pada dasarnya, faktor eksternal hanyalah pemicu. Terkadang, tidak ada faktor eksternal pun, internal bermasalah sendiri.

Faktor itu adalah hati. Dia qonaah atau tidak.

Sekalipun tidak punya isteri, tidak punya tangan dan kaki, tunanetra, tapi kalau hati qonaah, semua itu bukan masalah.

Qonaah adalah ridho terhadap segala yang telah Allah berikan.

Tanpa qonaah; paras menawan, jabatan terpandang dan hartawan tidak mampu menutupi galau dan gelisah.

Cukuplah hadits berikut menggambarkan betapa besarnya qonaah.

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ مُعَافًى فِي جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوْتُ يَوْمِهِ ، فَكَأَنَّمَا حِيْزَتْ لَهُ الدُّنْيَا بِحَذَافِيْرِهَا

“Siapa diantara kalian yang banung di pagi hari dalam kondisi aman, tubuhnya sehat, dan memiliki makanan untuk hari tersebut. Maka seakan-akan dunia seluruhnya telah diberikan untuknya.” (Al-Bukhari dan At-Thirmidz)

[better-ads type=”banner” banner=”16841″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Seharusnya setiap orang yang hidup dalam keadaan tentram tanpa rasa takut dibom/dibunuh setiap saat sebagaimana di Palestina, sehat badannya dan memiliki persediaan untuk makan walau satu hari. Patutlah ia merasa dunia sudah diberikan untuk dirinya seorang.

Karenanya, tidak pantas orang di atas merasa sedih. Berbahagialah.

Keadaan kita masih jauh lebih baik dari orang lain. Buktinya, Anda bisa browsing dan baca artikel di blog ini. Orang lain, mau makan sehari sekali saja masih searcing di tumpukan sampah.

Akhirnya, kebahagiaan ini saya serahkan kepada Anda. Karena derita dan bahagia itu pilihan. Tapi sebelumnya, saya ingin sampaikan perkataan bijak Imam Syafii;

ولا تجزع لحادثة الليالي # فما لحوادث الدنيا بقاء

إذا ما كنت ذا قلب قنوع # فأنت ومالك الدنيا سواء

Jangan kau risaukan malapetaka # karena semua musibah hanya sementara.

Jika hatimu penuh qonaah # maka engkau dan raja sungguhan tidak ada bedanya.

Sumber: OPENULIS

Dapatkan inspirasi dan motivasi Islami terbaru lainnya supaya semakin dekat dengan Allah SWT, kunjungi situs Widiynews setiap hari.

Sebutlah Nama Allah Saat Kau Dikecewakan, Karena Hati Jadi Tenang Saat Bersama-Nya

Sebutlah Nama Allah Saat Kau Dikecewakan, Karena Hati Jadi Tenang Saat Bersama-Nya

Apakah kamu sedang kecewa? coba cek hati kita, masih adakah Allah disitu, masihkan kita begitu bergantung kepada-Nya, dan masihkah kita menyebut kebesaran-Nya dengan penuh harapan besar? jika iya, maka mustahil kita tidak merasa tenang.

Karena hati akan akan tenang bila kita terus bersama-Nya, tidak peduli orang lain mengecewakan kita dengan kekecewaan yang besar, sebab Allah pasti akan melindungi kita untuk tetap baik-baik saja.

Hati Akan Ikhlas Menerima Semua yang Terjadi, Tatkala Allah Selalu Menjadi Andalan Kita Untuk Tenang

Allah Selalu Menjadi Andalan Kita Untuk Tenang
Foto: Instagram/akhwatsantunid

Tatkala Allah selalu menjadi andalan kita untuk merasa tenang, maka sekalipun orang lain menyakiti kita, tentu hati akan ikhlas menerima semua yang terjadi.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Kita tidak akan keburu merasa kesal dan tidak terima, jika dari awal kita percaya bahwa kejadian yang kita alami tak lain hanyalah jalan Allah untuk mengajari kita tentang kesabaran.

Kita Tidak Akan Sakit Hati Terlalu Lama, Bila Semua Telah Kita Kembalikan Kepada Allah

Kita Tidak Akan Sakit Hati Terlalu Lama, Bila Semua Telah Kita Kembalikan Kepada Allah
Foto: Instagram/ukhty.vitt

Yang jelas, kita tidak akan pernah merasa sakit hati terlalu lama, bila semua yang terjadi telah kita kembalikan kepada Allah.

Kita akan legowo, akan merasa biasa-biasa saja, tatkala Allah selalu menjadi andalan kita untuk memperbaiki hati dari kekecewaan.

Allah Akan Menyambut Kita Dengan Sangat Senang, Bila yang Pertama Kali Kita Panggil Adalah Kebesaran-Nya

Allah Akan Menyambut Kita Dengan Sangat Senang
Foto: Instagram/ukhty.vitt

Maka datanglah kepada Allah, karena Allah akan menyambut kita dengan sangat senang, bila yang pertama kita panggil adalah kebesaran-Nya, bila yang kita panggil adalah kuasa-Nya.

Dengan cara apa? cobalah banyak-banyak istighfar, karena hati kita akan selamat dari kegundahan apapun, termasuk kekecewaan itu tadi tatkala kita banyak menyebut nama-Nya dan meminta ampun kepada-Nya.

Allah Akan Sangat Bahagia Mendengar Panggilan Kita, Hingga Seketika Itu Juga Hati Kita Akan Membaik

Allah Akan Sangat Bahagia Mendengar Panggilan Kita
Foto: Instagram/ukhty.vitt

Dan tentu Allah akan sangat bahagia mendengar panggilan kita, Allah akan sangat menyukai seruan kita memanggil-manggil kebesaran-Nya, hingga seketika itu juga hati kita akan membaik.

Darimana itu datang? sebab seketika itu juga pasti Allah akan menaburkan kebaikan dan kasih sayang-Nya pada hati kita, hingga kita akan merasa damai tanpa rasa sakit yang awalnya begitu mengkoyak hati.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Allah Akan Memberi Kita Ketenangan yang Luar Biasa, Sampai Akhirnya Kita Lupa Bahwa Sedang Dikecewakan

Allah Akan Memberi Kita Ketenangan yang Luar Biasa
Foto: Instagram/akhwatsantunid

Iya, Allah akan memberi kita ketenangan yang luar biasa, Allah akan memberi kita obat dari rasa kecewa yang tadinya membuncah, sampai akhirnya kita lupa bahwa kita sedang dikecewakan.

Sebab itulah mengapa kita harus memanggil Allah ketika sedang tidak baik-baik saja, karena hanya kuasa-Nya lah yang benar-benar mampu membuat kita merasa tenang kembali dalam kekecewaan yang ada.[]

Sumber: HUMAIROH

Dapatkan inspirasi dan motivasi lainnya seputar Islam agar semakin dekat dengan Allah SWT. Jangan lupa kunjungi situs Widiynews setiap hari.

Kesedihan Itu Akan Semakin Membesar Jika Dikeluhkan Kepada Selain Allah

Kesedihan Itu Akan Semakin Membesar Jika Dikeluhkan Kepada Selain Allah

Semua orang yang hidup pasti akan Allah uji, sebab itulah mengapa Allah ciptakan masalah dan kesedihan, agar kita sebagai hambanya bisa memknainya dengan penuh bijksana.

Rasulullah Menangis Setelah Melihat Keadaan Kaum Wanita Seperti Ini

Dan tidak usah khawatir masalah ataupun kesedihan yang hadir tidak akan teratasi ataupun tidak akan terselesaikan, karena semua itu tergantung bagaiman kita dalam mencari Allah untuk meminta petunjuknya.

Serta, kesedihan itu akan mengecil jika kita pandai merahasiakan, dan akan menjadi besar jika kita keluhkan, apalagi kita keluhkan kepada selain Allah, dan terlebih lagi seseorang itu bisanya hanya mencibir bukan menenangkan.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Kesediahanmu Tidak Akan Membuatmu Merasa Ringkih Saat Kau Pandai Merahasiakannya Dari Orang-Orang Sebelum Kau Mengadu Pada Allah

Kesediahanmu Tidak Akan Membuatmu Merasa Ringkih Saat Kau Pandai Merahasiakannya Dari Orang-Orang Sebelum Kau Mengadu Pada AllahKarena kesedihanmu tidak akan membuatmu merasa ringkih saat kau pandai merahasiakannya dari orang-orang sebelum kau mengadu kepada Allah. Sebab, kesedihan itu semuanya sama, hanya tergantung seberapa tabah hati dalam menanggapinya.

Kesedihanmu Akan Semakin Membuatmu Merasa Ringkih Saat Kamu Keluhkan Pada Seseorang Yang Tidak Tepat

Kesedihanmu Akan Semakin Membuatmu Merasa Ringkih Saat Kamu Keluhkan Pada Seseorang Yang Tidak TepatKesedihanmu akan semakin membuatmu merasa ringkih saat kamu keluhkan pada seseorang yang tidak tepat, karena tak sedikit dari kita yang tadinya berharap solusi, malah bertambah masalah, hanya karena yang dimintai pertolongan tidak bisa menolong dengan bijaksana.

Keluhkanlah Kesedihanmu Terlebih Dahulu Pada Allah, Agar Allah Pilihkan Seseorang Yang Tepat Agar Kau Dapat Mengatasi Kesedihanmu

Keluhkanlah Kesedihanmu Terlebih Dahulu Pada Allah, Agar Allah Pilihkan Seseorang Yang Tepat Agar Kau Dapat Mengatasi Kesedihanmu
Muslimah. Foto: instagram.com/dailyhijabtraveller/

Maka dari itu, keluhkan kesedihanmu terlebih dahulu kepada Allah, agar Allah pilihkan seseorang yang tepat untuk dapat mengatasi kesedihanmu. Mintalah ketenangan kepada Allah terlebih dahulu, agar Allah bisa hadirkan seseorang yang bisa membuatmu lebih tenang.

Bersandarlah Kepada Allah Terlebih Dahulu, Sebelum Kau Bersandar Pada Manusia

Bersandarlah Kepada Allah Terlebih Dahulu, Sebelum Kau Bersandar Pada Manusia
Begitulah Hidup, Tidak Semua Ingin Akan Tercipta Dengan Mudah, Kadang Kita Harus Menukarnya Dulu Dengan Kesabaran. Foto: google.com

Bersandarlah kepada Allah terlebih dahulu, sebelum kau bersandar pada manusia, karena saat kau bersandar kepada Allah maka bisa jadi Allah tak hanya akan membuat hatimu merasa lapang.

Tapi ia akan hadirkan orang-orang agar bisa menghiburmu dengan bijaksana, seseorang yang tidak hanya pura-pura mendengarkan keluh kesahmu, tetapi seseorang yang benar-benar bisa membantumu sepenuh hati.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Karena Saat Kamu Pandai Bersandar Kepada Allah, Maka Bisa Jadi Allah Akan Hadirkan Orang Baik Agar Kau Dapat Bersandar

Karena Saat Kamu Pandai Bersandar Kepada Allah, Maka Bisa Jadi Allah Akan Hadirkan Orang Baik Agar Kau Dapat BersandarKarena saat kamu pandai bersandar kepada Allah dalam mencari solusi atas kesedihanmu, maka bisa jadi dengan kasih sayangnya Allah akan hadirkan orang baik agar kamu dapat bersadar dengan teduh.

Simak Sebelum Beranjak: Indahnya Menangis karena Allah

Sebab selain ketenangan dari Allah kita sebagai manusia juga butuh bantuan dari manusia lain yang hatinya baik, sebab manusia pada hakekatnya tidak akan pernah bisa hidup dalam kesendirian, terlebih ketika mendapat kesedihan.[humairoh]

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya

ORANG lain membenci kita, mereka menyengaja menfitnah, menyengaja menyebarkan hal yang tidak-tidak tentang kita, atau bahkan sangat sekali ingin kita rendah, maka semakin rendahkan hati kita dengan kesabaran dan keikhlasan.

Biarkan waktu yang memutar keadaan, sebab Allah tidak pernah tidur menilai siapa yang benar dan siapa yang salah. Lantas tidak kita merasa cemas, Allah tidak menilai kita dari yang orang lain nilai.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Maka biarlah mereka dengan kebenciannya, biarkan mereka dengan kedzalimannya, kita tidak usah merasa takut dan khawatir, cukup kita tahu saja bahwa Allah selalu maha adil dalam menilai.

Kita Tetaplah Dengan Kebaikan dan Kerendahan Hati Kita, Sungguh Allah Menyukai Kita yang Demikian

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya
Foto: instagram.com/muslimahindonesiaid

Kita tetaplah dengan kebaikan dan kerendahan hati kita, jangan biarkan diri kita rendah dengan melayani kebencian mereka dengan kebencian yang sama, sungguh Allah menyukai kita yang demikian.

Karena semakin kita merendahkan hati kita dengan terus berusaha bersabar, maka disitulah Allah akan semakin mendekap kita dengan kasih sayang-Nya.

Keadaanmu Tak Kunjung Membaik? Ingat, Sesuatu yang Baik Akan Datang Pada Waktu yang Baik, Sabarlah!

Kendalikan Hati Kita Dari Amarah, Cukup Kita Yakin Saja Bahwa Allah Maha Adil Dalam Melihat Segala Sesuatunya

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya
Foto: instagram.com/muslimahindonesiaid

Jangan pernah merasa tidak terima, kendalikan hati kita dari amarah, sekalipun itu sangat sulit maka belajarlah untuk terus mengingat kebesaran-kebesaran-Nya, karena dengan demikian insyaallah kita akan tenang.

Dan cukup kita yakin saja bahwa Allah maha adil dalam melihat segala sesuatunya, Allah maha sempurna mendengarkan aduan hamba-hamba-Nya yang tidak bersalah, maka tetap tenanglah!

Keburukan yang Sengaja Mereka Rangkai Akan Terbuka Dengan Sendirinya, Kita Cukup Kendalikan Hati Kita Tetap Baik

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya
Foto: instagram.com/muslimahindonesiaid

Kita tidak perlu merasa takut, karena keburukan yang sengaja merekan rangkai untuk menjatuhkan kita di hadapan yang lainnya akan terungkap dengan sendirinya, tanpa kita melawannya.

Allah yang akan mengubah keadaan menjadi benar, sebab itulah megapa kita tidak usah merasa cemas, cukup kita kendalikan saja hati kita tetap baik.

Berhentilah Mengeluh dengan Keadaanmu Saat Ini, Terimalah Yang Terjadi dengan Lapang Dada!

Tidak Usah Terpancing Emosi, Mau Menjelaskan Sebanyak Apapun Jika Mereka Membenci Kita Maka Tetap Saja Tidak Akan Percaya

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya
Foto: instagram.com/muslimahindonesiaid

Ingat, setidak menyenangkan apapun tindakan mereka kepada kita, tidak usah kita terpancing emosi, karena mau menjelaskan sebanyak apapun jika mereka sangat membenci kita maka tetap saja tidak akan percaya.

[better-ads type=”banner” banner=”14175″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Kebenaran sebanyak apapun yang coba kita katakan kepada mereka, jika pada dasarnya mereka sangat ingin merendahkan kita, tentu mereka akan menutup mata dan telingaya dari kebenaran yang ada.

Fokus Saja Menenangkan Hati Kita Dengan Keikhlasan, Percayalah Allah Selalu Bersama Orang yang Baik dan Benar

Allah Tidak Menilai Kita dari yang Orang Lain Nilai, Biarkan Saja Mereka dengan Kebenciannya
Foto: instagram.com/muslimahindonesiaid

Untuk itu, fokus saja sudah pada kebaikan Allah, pasrahlah kepada-Nya dengan sebaik-baiknya pemasrahan. Tenangkan hati kita dengan keikhlasan, jangan biarkan ia memberontak ingin membalas keji, sebab Allah tidak suka kita yang seperti itu.

Percayalah kepada Allah dengan rasa percaya yang besar, karena Allah akan selalu bersama orang-orang yang baik dan benar.[]

Sumber: HUMAIROH

Bila Kita Terus Menerus Ditempatkan Pada Keadaan yang Sulit, Jangan Takut Itu Tandanya Allah Tahu Kita Mampu

Kita mungkin sering kali bingung dengan keadaan yang Allah hadapkan kepada kita selalu sulit. Padahal kita sudah berusaha untuk selalu taat dan menjalankan perintah-Nya. Tapi kenapa keadaan tak kunjung berubah membaik. Lantas, mereka yang hidupnya asal-asalan terlihat begitu santai dan mudahnya menikmati hidup.

Namun ingatlah dengan baik, posisi yang tidak taat dan yang taat akan selalu berbeda di hadapan Allah. Semakin kita mengaku bahwa diri kita beriman, maka Allah pasti akan memberikan kita cobaan agar lebih dekat dengan-Nya.

Maka dari itu, jangan dulu merasa takut atas ujian yang Allah timpakan, jangan dulu mengeluh bila hanya kita yang Allah tempatkan pada keadaan sulit, karena artinya Allah telah tahu bahwa kita memang mampu.

Selalu Berbaik Sangka Pada Allah, Agar Kita Tidak Pernah Berputus Asa Dalam Melalui Apa yang Telah Allah Persembahkan

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Muslimah. instagram/muslimahindonesiaid

Jangan frustasi, cukup berbaik sangka saja kepada Allah tiada henti, agar kita pun tidak pernah berputus asa dalam melalui apa yang telah Allah persembahkan kepada kita.

Jangan meresah, Allah bahkan sangat tahu bahwa kita akan bisa lalui semuanya dengan sempurna, sebab itulah mengapa hanya kita yang Allah tempatkan pada keadaan yang sulit.

Jangan Biarkan Hati Kita Getir, Percayalah Seperti Apapun Keadaannya Pasti Dapat Kita Lalui

Muslimah. instagram/muslimahindonesiaid

Ingat, seberat dan sebesar apapun kesulitan yang datang, jangan pernah biarkan hati kita merasa getir. Percayalah seperti apapun keadaannya pasti akan dapat kita lalui dengan baik.

Allah tidak akan pernah salah menetapkan suatu keadaan kepada kita, semuanya telah Allah atur dengan sempurna sesuai dengan kemampuan kita.

Kita Harus Selalu Tumbuhkan Keyakinan Kita, Bahwa Setiap Hal yang Allah Berikan Tidak Akan Lebih Dari Batas Kemampuan Kita

Muslimah. instagram/muslimahindonesiaid

Maka setiap kita ingin mengeluh, kita harus selalu tumbuhkan keyakinan kita bahwa setiap hal yang Allah berikan kepada kita memang tidak akan lebih dari batas kemampuan kita.

Jika hal itu sulit maka seperti itu pula seharusnya kemampuan kita, dan bila itu sangat sulit maka tentu seperti itu juga kemampuan kita untuk menghadapinya.

Kita Harus Yakin Kepada Allah, Bahwa Kesulitan yang Datang Pasti Akan Membawa Banyak Kebaikan Untuk Kita

Muslimah. instagram/muslimahindonesiaid

Kita harus selalu yakin kepada Allah, bahwa kesulitan yang datang, ujian yang menimpa, dan musibah yang tiba-tiba hadir pasti akan membawa kita pada banyak kebaikan.

Karenanya besabarlah dalam kesulitan hidup yang ada, tidak perlu menyalahkan Allah dalam keadaan yang rumit, cukup kita tahu saja bahwa jalan inilah yang nantinya akan membawa kita pada kebaikan hidup yang lebih.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Kita Tidak Boleh Mengeluh, Karena Mengeluh Hanya Akan Membuat Kita Lemah dan Tidak Yakin Bahwa Kita Mampu

Muslimah. instagram/muslimahindonesiaid

Jadi kita tidak boleh mengeluh, karena sungguh mengeluh itu hanya akan membuat kita lemah, membuat kita semakin rapuh, dan pasti pada akhirnya rasa yakin kita bahwa kita mampu akan memudar.

Bahkan, bila setiap kali kita mencoba rasa mengeluh itu selalu di depan, tentu sampai kapanpun kita tidak akan pernah percaya bahwa kita mampu menghadapi segalanya.[humairoh]

Untukmu yang Terus Menerus Merasakan Sakit, Percayalah Sakitmu Kelak Akan Jadi Bahagiamu

Untukmu yang sampai saat ini merasakan sakit karena kisah yang tak mendapat restu illahi, bersabarlah! sungguh takdir menyakitkan ini pada akhirnya akan membawamu pada kebahagiaan yang sesungguhnya.

Percayalah, sakit yang kamu rasakan hanyalah sebuah pengantar bahagiamu, karena cepat atau lambat Allah pasti akan menghadapkanmu pada kebaikan-Nya.

Tidak ada satu pun kisah yang Allah tetapkan tidak berakhir keindahan, karenanya kamu harus percaya dan yakin bahwa bahagiamu sebenarnya telah menanti.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Percayalah Allah Akan Mengubah Tangismu Menjadi Tawamu

Daily Muslimah Widiynews. Foto: instagram/muslimahkalem

Jangan pernah kamu meragu pada keputusan Allah, percayalah kepada-Nya bahwa tangis yang menderamu pasti akan Dia rubah menjadi sebuah tawa.

Kapan? tunggu saja semua itu dengan penuh yakin, karena sudah menjadi janji-Nya bahwa setelah kesedihan akan hadir kebahagiaan.

Percayalah Sesak di Dadamu Akan Menjadi Rasa Syukur yang Tidak Terhingga

Daily Muslimah Widiynews. Foto: instagram/muslimahkalem

Percayalah pula bahwa sesak di dadamu itu akan menjadi rasa syukur yang tidak terhingga, saking indahnya kabar bahagia yang Allah persembahkan kepadamu.

Bahkan nanti kamu akan menyesal karena telah mengeluh atas takdir-Nya, jika ternyata yang Allah tuliskan kepadamu adalah dia yang jauh lebih baik dari yang kamu harapkan sekarang.

Percayalah Lukamu Akan Menjadi Sumber Bahagimu Nanti

Daily Muslimah Widiynews. Foto: instagram/muslimahkalem

Jadi percayalah, lukamu akan menjadi sumber bahagiamu nanti, kesedihanmu akan menjadi sumber ketenanganmu nanti, dan perihmu akan menjadi hal yang akan kamu sesali karena telah menggerutu pada ketetapan-Nya.

Percayalah Setelah Kesedihanmu Pasti Allah Berikan Kebahagiaan yang Luar Biasa

Daily Muslimah Widiynews. Foto: instagram/muslimahkalem

Percayalah, setelah kesedihan yang melandamu ini pasti Allah berikan kebahagian yang luar biasa untukmu, sehingga kamu akan lupa bahwa pernah luka sangat dalam.

Percayalah, tidak ada kisah yang Allah persembahkan tanpa tujuan pasti, meski itu sangat menyakitkan sudah pasti akan ada hikmah bersamanya.

[better-ads type=”banner” banner=”14468″ campaign=”none” count=”2″ columns=”1″ orderby=”rand” order=”ASC” align=”center” show-caption=”1″][/better-ads]

Percayalah Setelah Kecewamu Akan Hadir Kebaikan Hidup yang Nantinya Akan Membuatmu Sangat Bahagia

Daily Muslimah Widiynews. Foto: instagram/muslimahkalem

Dan percayalah, setelah kekecewaanmu ini akan hadir kebaikan hidup yang nantinya akan benar-benar membuatmu sangat bahagia, sehingga saking bahagianya kamu akan lupa bahwa sekarang pernah merasa sangat sakit.

Karena Allah maha baik, Allah maha sempurna dalam mencipta keindahan, sebab itulah mengapa kamu harus mampu berbaik sangka dalam sakitmu, agar kecewamu tidak selalu menggelayuti hatimu.[]

Sumber: HUMAIROH