Mengingat Allah Bukan Hanya Kewajiban, Tapi Kebutuhan

Mengingat Allah Bukan Hanya Kewajiban, Tapi Kebutuhan

Sejatinya, mengingat Allah SWT bukan hanya kewajiban, tapi juga kebutuhan. Kita butuh Allah SWT di segala kondisi, baik ketika sedih ataupun bahagia, ketika lapang atau sempit, terpuruk atau beruntung, dan saat-saat lainnya.

Hanya dengan mengingat Allah SWT hati dan hidup kita menjadi tenteram. Dengan mengingat Allah SWT pula, kita akan senantiasa berupaya menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan akhlak tercela.

Allah SWT telah berfirman didalam Al-Qur’an:

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah SWT. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Ra’d[13]:28).

Mengingat Allah SWT akan menjadikan hati kita tenteram. Semakin kita mengingat-Nya, semakin tentram hati kita dan semakin baiklah perbuatan kita.

Sebaliknya, lalai dari mengingat-Nya akan menjadikan hati kita gelisah dan rentan berbuat dosa.

Mengingat Allah SWT yang lazim kita lakukan dengan doa dan dzikir, adalah bukti bahwa kita membutuhkan pertolongan Allah SWT.

Baca juga: Inilah 4 Dzikir yang Paling Disukai Allah

Melalui doa, kita meminta dan memohon petunjuk kepada Allah SWT, kita mengadu dan berkeluh kesah tentang berbagai persoalan dan masalah kepada-Nya. Melalui dzikir kita menyebut nama dan keagungan-Nya.

Mengingat Allah SWT juga menjadi pertanda hidup atau matinya hati kita. Hati yang senantiasa terhubung dengan Allah SWT pertanda bahwa hati itu masih hidup. Dengan hati yang hidup itu, kita dapat menjaga diri dari hal-hal yang dapat mematikan iman dan takwa kepada-Nya.

Sedangkan, hati yang tidak terhubung dengan Allah SWT merupakan pertanda hati yang mati dan hati yang telah mati dapat menghilangkan potensi baik didalam diri kita.

Sebagaimana kita tahu, segala keburukan yang terjadi didunia ini bersumber dari hati yang sakit atau mati.

Perilaku mengingat Allah SWT baik dalam bentuk doa maupun dzikir, merupakan penerang hati. Rosulullah SAW telah bersabda:

“Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dan yang tidak pernah berdzikir kepada-Nya bagai orang yang hidup dan mati,” (HR. Baihaqi).

Demikianlah perumpamaan orang yang mengingat Allah SWT (dzikir). Keutamaan dzikir tentu akan kembali kepada kita yang melakukannya. Munajat yang kita panjatkan dan keagungan Allah SWT yang kita lantunkan dalam dzikir akan menguatkan keimanan kita kepada-Nya.

Dalam Bahasa Imam Ghazali, dzikir menimbulkan uns (kedekatan hubungan) dan hub (kecintaan) kepada Allah SWT.

Kedekatan hubungan tersebut melahirkan upaya dalam diri kita untuk menjaga dan terus melestarikan hubungan dengan Allah SWT. Tanpa dzikir, hati kita akan mati dan pastinya akan mencelakakan diri  kita sendiri.

Itulah kenapa kita harus senantiasa mengingat Allah SWT baik melalui dzikir ataupun doa. Dengan mengingat-Nya, maka kita akan terselamatkan dari yang namanya putus asa, terutama dari rahmat Allah apalagi menyerah terhadap masalah yang menimpa.

Mengingat Allah SWT harus benar-benar kita jadikan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari kita, baik saat sedang berdiri, duduk, ataupun berbaring.

Terkait mengagungkan Allah SWT didalam mengingat-Nya, Rosulullah Muhammad SAW telah bersabda :

“Ucapan yang paling Allah sukai ada empat, subhanallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, allahu akbar. Tidak ada bahaya dari manapun kamu mulai,” (HR. Muslim).

Dengan demikian, dzikir yang berupa ucapan tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), takbir (allahu akbar), istighfar (astagfirullah), dan tahlil (laa ilaaha illallah) menjadi sebab Allah menyelamatkan kita dari deraan putus asa, musibah, maupun dari godaan hawa nafsu.

Terkait doa, Rosulullah SAW telah bersabda:

“Tidaklah seorang muslim berdoa, yang didalam doa tersebut tidak terdapat unsur dosa dan memutuskan silaturahmi, maka Allah akan memberi salah satu dari tiga (kebaikan) kepadanya, baik Allah mengabulkan langsung doa tersebut, atau menangguhkannya untuk nanti di akhirat, maupun Allah memlaingkan keburukan semisal doa tersebut darinya,” (HR. Ahmad).

Melalui hadits diatas, Nabi Muhammad SAW menegaskan keutamaan dan kekuatan yang terkandung didalam doa. Selama doa yang kita panjatkan tidak diiringi dengan perbuatan dosa dan tidak memutus silaturahmi, Allah SWT pasti akan mengabulkan doa kita. Tentu saja, adalah hal prerogatif Allah kapan doa kita akan dikabulkan.

Terlebih lagi, sebagaimana ditegaskan oleh Rosulullah, doa menjadi perisai bagi kita dari keburukan.

Dengan doa yang disertai dengan upaya-upaya nyata, kita dapat terhindarkan hal-hal buruk didunia. Hal-hal buruk tersebut mencakup banyak hal, baik terkait dengan rezeki, tingkah laku, dan lain sebagainya.

Karenanya, mengingat Allah SWT melalui doa dan dzikir mutlak harus kita lakukan, kapan dan dimana saja.

Lagi pula, doa dan dzikir dapat kita lakukan tidak hanya setelah sholat, tetapi juga kita lakukan ditempat kerja, ditempat belajar, saat hendak tidur atau bangun tidur, ketika bepergian, maupun di waktu atau tempat-tempat lainnya. Intinya, ingatlah Allah SWT selalu.

Sumber: Buku Jangan Sampai Menyerah, Saat Semua Terasa Sulit. Karya: Insan Nurrohiem. Halaman:192-197

Perbanyaklah Mengingat Allah, Itulah Cara Terbaik Membuatmu Tenang Dalam Keadaan Apapun!

Perbanyaklah Mengingat Allah, Itulah Cara Terbaik Membuatmu Tenang Dalam Keadaan Apapun!

DALAM KEADAAN yang seperti apapun perbanyaklah mengingat Allah, perbanyaklah mengingat kebesaran-Nya, perbanyaklah mengingat pertolongan-Nya, karena seberapa banyak kita mengingat-Nya maka sebanyak itu pula ketenangan kita menjalani kehidupan ini.

Maka untukmu yang saat ini tengah dalam kegelisahan, perbanyaklah mengingat Allah, sebutlah keagungan-keagungan-Nya, karena itulah cara terbaik untuk tetap tenang dalam keadaan seperti apapun.

Kamu Akan Selalu Tenang Meski Dalam Takdir yang Buruk, Tatkala Allah yang Kamu Jadikan Penguat Untuk Menerimanya

Karena kamu akan selalu tenang meski dalam takdir yang buruk sekalipun, tatkala hatimu selalu hidup dengan mengingat Allah.

Kamu akan tetap tenang dalam masalah yang paling besar sekalipun, tatkala Allah yang kamu jadikan penguat untuk sabar menerimanya.

Kamu Akan Selalu Baik-baik Saja Menjalani Kehidupan yang Terjal Ini, Jika Setiap Saatnya Kamu Bergantung Kepada Allah

Kamu akan selalu baik-baik saja menjalani kehidupan yang terjal ini, walau seperti apapun sulitnya jika setiap saatnya kamu bergantung kepada Allah.

Kamu akan selalu dikuatkan dengan keikhlasan yang banyak, tatkala Allah selalu kamu jadikan tempat kembali untuk pasrah.

Kamu Akan Tetap Menghargai Hidupmu, Meski Itu Sulit Jika Kamu Jadikan Allah Tempatmu Meminta Kekuatan

Kamu tidak akan pernah mengeluhkan apa yang kamu alami, meski hal itu sangat sulit tatkala kamu jadikan Allah tempatmu meminta kekuatan.

Kamu akan selalu bisa menghargai hidupmu, walau kenyataannya kamu dalam kesulitan yang sangat besar tatkala kamu jadikan Allah tempatmu untuk bersandar.

Kamu Tidak Akan Pernah Mengeluhkan yang Kamu Alami, Jika yang Kamu Tahu Hanya Terus Meminta Kesabaran Pada Allah

Kamu akan tetap legowo pada apa yang tengah kamu alami, tanpa mengeluh sedikitpun, jika yang kamu tahu hanya terus meminta kesabaran kepada Allah.

Kamu akan sangat sibuk membenahi hatimu agar tetap tenang daripada sibuk mengeluhkan keadaan, tatkala yang kamu tahu hanya bagaimana caranya terus meminta tambahan keikhlasan kepada Allah.

Kamu Akan Terus Tertunduk Ikhlas Menghadapi yang Terjadi, Jika yang Kamu Tahu Adalah Terus Yakin dan Percaya Kepada Allah

Karena kamu akan terus tertunduk ikhlas menghadapi apapun yang tengah terjadi pada hidupmu, ntah itu musibah yang besar, masalah yang rumit, atau kejadian paling buruk sekalipun, jika yang kamu tahu adalah terus yakin dan percaya kepada Allah, takala yang kamu ingat adalah kebaikan-kebaikan-Nya.[]

Sumber: HUMAIROH

Beruntunglah Orang Yang Menyempatkan Waktu Untuk Berdzikir, Karena Dzikir Perniagaan Yang Menguntungkan

Sungguhlah beruntung mereka yang selalu menyempatkan waktunya luangnya untuk berdzikir, karena dzikir adalah perniagaan yang menguntungkan.

Maka luangkanlah waktu yang kita miliki untuk berdzikir kepada Allah, untuk sekedar bertafakkur atas kenikmatan-kenikmatan yang telah Allah berikan kepada kita.

Karena dengan berdzikir, berarti kita manyadari bahwa hidup yang kita miliki adalah bentuk kasih sayang Allah yang telah Ia berikan kepada kita dengan murahnya, sehingga kitapun akan selalu merasa bertanggung jawab kepada apa-apa yang menjadi ketetapan-Nya.

Ingatlah Allah Selalu, Baik Dalam Keadaan Senggang Ataupun Dalam Keadaan Terbelenggu

Oleh karena itu, ingatlah Allah selalu baik dalam keadaan senggang ataupun dalam keadaan yang membelenggu.

Karena saat kau mampu menempatkan Allah selalu dalam hatimu, maka sudah pasti Allah akan selalu menempatkanmu dalam kebaikan-kebaikan yang terus bersumber dari-Nya.

Ingatlah Allah Selalu, Bukan Hanya Karena Kamu Sedang Ingin Tetapi Karena Kamu Memang Sangat Membutuhkan-Nya

Ingatlah Allah selalu, bukan hanya karena kamu sedang ingin tetapi karena kamu memnag sangat membutuhkan-Nya, merasalah bahwa hidupmu tidak akan berarti apa-apa saat kamu jauh dari jangkauan-Nya.

Karena memang tak akan ada artinya hidup yang kita miliki jika kita jauh dari pertologan-Nya, sebab hidup yang kita miliki adalah anugerah terindah yang merupakan titipan-Nya.

Ingatlah Allah Selalu, Bukan Hanya Karena Meminta Pertolongan Saat Kamu Sedang Susah, Tapi Bersyukur Saat Kamu Merasa Sangat Bahagia

Ingatlah Allah selalu, bukan hanya karena meminta pertolongan saat kamu sedang susah, tetapi bersyukur saat kamu merasa sangat bahagia.

Karena bila kamu bijaksana dalam mengingat Allah jika keadaanmu dalam keadaan bahagia, sudah pasti dalam keadaan susah kamu akan menjadi lebih berbijaksana dalam mengembalikan segala sesuatunya hanya kepada Allah.

Ingatlah Allah Selalu, Terutama Saat Kamu Merasa Senang Agar Ketika Kau Susah Allah Segera Menyentuhmu Dengan Hidayah-Nya

Ingatlah Allah selalu, terutama saat kamu merasa senang agar ketika kau susah segera menyenuhmu dengan hidayah-Nya. Karena saat kita pandai mengingat Allah dalam keadaan senang, sudah pasti Allah akan menambahkan kebaikan kepada kebahagiaan yang tengah melanda hati kita.

Dan saat kita mengalami kesusahan, sudah pasti Allah akan menyentuh hati kita dengan kasih sayangnya, sehingga petujuknyapun nampak jelas didepan mata, dan kesedihan itu tidak akan membuat kita gelisah yang berkepanjangan.

Ingatlah Allah Dimanapun Dan Kapanpun, Agar Hatimu Selalu Damai Dengan Hidayah-Nya, Walau Takdir Buruk Sekalipun Tengah Menyandingmu

Ingatlah Allah dimanapun dan kapanpun, agar hatimu selalu damai dengan hidayah-Nya, walau takdir buruk sekalipun tengah menyandingmu. Karena tak ada yang mendamaikan dalam hidup kita, selain kita selalu tersanding dengan hidayah dan kasih sayang-Nya.

Maka, upayakanlah untuk terus mengingat Allah disetiap waktu yang kita miliki dalam hidup, walau hanya sebatas mengucap syukur dan berdzikir pada setiap usai shalat yang lima waktu.[]

Sumber: HUMAIROH