Dihadapan Sandiaga Uno, Para Petani Brebes Curhat Terkait Kebijakan Impor Gula

Dihadapan Sandiaga Uno, Para Petani Brebes Curhat Terkait Kebijakan Impor Gula

Jakarta – Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno berdialog bersama warga dan petani di Brebes, Jawa Tengah. Kepada Sandiaga, petani tebu mengeluhkan kebijakan impor gula yang dinilai merugikan.

Baca juga: Makin Panas! Ini Fakta-Fakta Perseteruan Farhat Abbas vs Elza Syarief

“Duh pak, petani ini menangis, tidak ada yang nolongin. Kenapa sih impor gula terus? Kasihan petani tebu ini”, kata salah satu petani Abdul Choir di Lapangan Desa Wlahar Kecamatan Larangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Minggu (10/2/2019).

Abdul mengatakan dampak impor gula menyebabkan tutupnya pabrik di Jawa Tengah. Dia mengatakan banyak petani menderita akibat kebijakan tersebut.

“Bayangkan pak, pabrik gula yang tadinya ada 13 di Jawa Tengah, sekarang tinggal lima. Saya mau tanya apa yang ada di benak bapak biar petani nggak menangis?,” tanya Abdul.

Sandiaga sendiri menuturkan telah membuat kontrak politik dengan petani untuk menyetop impor gula. Dia juga berjanji akan menghidupkan kembali pabrik gula pemerintah.

Baca juga: Berlagak Sok Jagoan, “Murid yang Tantang Guru” Ini Minta Maaf di Kantor Polisi

“(Kontrak politik) salah satunya stop impor saat petani tebu panen serta menghidupkan kembali pabrik gula pemerintah,” ucap Sandiaga.

Soal tebu Sandiaga sudah menandatangani kontrak politik dengan para petani tebu di Lumajang pada tahun lalu. Ada tujuh permintaan para petani yang harus diselesaikannya jika diberi amanat menjadi pelayan masyarakat Indonesia.

Baca juga: Viral Akun Instagram ‘Komik Muslim Gay’ Bikin Resah, PAN Desak Kominfo Segera Blokir

“Saya bacakan lagi kontrak tujuh poin yang diminta para petani tebu untuk dibenahi. Stop impor, memberantas mafia pangan, subsidi pupuk, aat-alat pertanian, revitalisasi pabrik gula pelat merah, memberikan kredit lunak dan ringan pada petani tebu, menghapus monopoli penjualan gula serta memperbaiki tata niaga gula. Ini sudah saya tandatangani, Insya Allah saya akan penuhi jika amanat diberikan kepada Pak Prabowo dan saya,” kata Sandiaga saat berkampanye di Kediri, Jawa Timur, Kamis (20/12/2018).[]

Sumber: Detik

Sandiaga Uno Klaim Sebagian Pendukung Jokowi Beralih Dukung Prabowo

Sandiaga Uno Klaim Sebagian Pendukung Jokowi Beralih Dukung Prabowo

Jakarta – Calon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan membelotnya dukungan beberapa kader Partai Demokrat ke pasangan capres cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin merupakan dinamika demokrasi.

Baca juga: Beranikah Prabowo Lapor KPK Soal Tudingan “Kebocoran Anggaran Negara”?

“Semua kader masyarakat memiliki kebebasan tentang pilihan, buat kami itu merupakan dinamika dari demokrasi sendiri,” kata Sandiaga di kawasan Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (8/2/2019).

Justru mantan wakil gubernur DKI Jakarta ini mengklaim, tidak sedikit juga kader-kader dari partai pengusung Jokowi-Ma’ruf yang beralih dukungan kepada pasangan capres cawapres 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Tapi kita tak akan mengangkat misalnya ada kader PPP, atau kader partai lain (pengusung Jokowi-Ma’ruf) yang mendukung kita,” ucap Sandiaga.

Dia mengatakan, tidak mau membesar-besarkan beberapa kader partai pengsung Jokowi-Ma’ruf yang membelotnya karena bisa berpotensi memecah belah.

Baca juga: Sejarah Propaganda Rusia Menurut Versi Kubu Jokowi

“Biarkan saja itu memang fenomena yang ada di lapangan bahwa sebagian pendukung partai di tempat pak presiden Jokowi dan kiai Maruf mendukung kami, sebagian dari kami juga mendukung. Ini adalah merupakan konsekuensi Pilpres dan Pileg yang bersamaan,” tandas Sandiaga.

Sebelumnya, salah satu caleg Demokrat, Yopis Piternalis menyatakan dukungan kepada Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Alasannya, pemilih dapilnya di Kabupaten Bogor sangat menginginkan Jokowi kembali terpilih meski sikapnya berseberangan dengan intruksi Partai Demokrat yang mengusung Prabowo-Sandiaga.[]

Sumber: POSKOTANEWS

Sandiaga Uno: Saya Ingin Ciptakan Suasana “Politik Teletubbies”

Sandiaga Uno: Saya Ingin Ciptakan Suasana "Politik Teletubbies"

Subang, Jawa Barat – Gejolak politik yang terasa kian panas menjelang Pilpres 2019 membuat calon wakil presiden nomor urut 2 Sandiaga Uno berencana menciptakan suasan politik yang sejuk, layaknya serial anak “Teletubbies”.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu berharap, dengan politik yang sejuk dapat terus mempersatukan kedua belah pihak, meskipun berbeda pilihan.

“Saya bersama Prabowo Subianto bertekad untuk menciptakan suasana politik yang sejuk, politik teletubbies. Politik yang berpelukan, politiktainment. Politik yang adik dan juga lucu, politik yang mempersatukan,” ujarnya dalam dialog workshop enterpreunership dengan Milenial di Jalan Otista Subang Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).

Sementara itu, Sandiaga juga mengatakan permintaannya kepada Bupati Subang, Jawa Barat Haji Ruhimat untuk tetap fokus pada pembangunan daerahnya daripada ikut sebagai tim kampanye di Pilpres 2019.

Menurutnya, hal tersebut jauh lebih baik meneruskan program yang dijalankan untuk terus memajukan Kota Subang.

“Saya meminta Pak Bupati Subang terpilih untuk membangun daerahnya walau didukung koalisi kami. Bapak Bupati dipilih oleh rakyat. Jangan kecewakan rakyatnya, makmurkan Subang dengan terobosan-terobosan ” ujarnya.

Sandiaga Uno berharap, rakyat dapat menikmati hasil kepemimpinan Ruhimat secara menyeluruh dengan kehadiran terobosan-terobosan baru yang dikeluarkan.

“Makmurkan Subang dengan terobosan-terobosan,” imbuh Sandiaga.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno juga memperkenalkan konsep kerja 4 AS, yakni Kerja Keras, Kerja Cerdas, Kerja Tuntas, dan Kerja Ikhlas. Ia juga berjanji akan menerapkan program Ok OC untuk program nasional jika nantinya menang dalam Pilpres 2019.

Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam

Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam

Jakarta – Berita Terkini. Bidik Suara Milenial, Kubu Prabowo Tak Akan Gunakan Kampanye Hitam. Gamal Albin Said, Selaku juru bicara tim kampanye pemenangan pasangan Presiden dan Wakil Presiden, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengatakan Badan Pemenangan Nasional (BPN) akan membidik kaum milenial sebagai lumbung pada Pilpres 2019.

Menurut Gamal, kaum milenial merupakan golongan anak muda yang berhak untuk berkontribusi dalam pesta demokrasi, sehingga dapat memunculkan perubahan pada narasi dan gagasan suatu negara.

“Diskusi yang muncul itu kan bagaimana memenangkan hati milineal, bagaimana bisa menggaet suara pemilih dari milineal,” ujarnya di Jalan Kartanegara IV Jakarta, Rabu malam (10/10/2018).

Gamal memastikan, kubu Prabowo akan membangun situasi kampanye yang damai dan mempersatukan, ketimbang melakukan kampanye hitam dan debat kusir dengan pihak lawan.

Lebih lanjut, ia mengatakan, masih banyak hal yang dapat dibicarakan seperti masalah kesenjangan sosial dan ekonomi. Ia berharap anak muda dapat bergabung dalam menyelesaikan permasalahan secara seksama.

“Saya fikir ini menjadi momentum bagi anak muda di Indonesia yaitu bagaimana supaya ide, narasi dan gagasannya bisa bergemuruh di panggung demokrasi di 2019,” lanjutnya.

“Pertama kami konsisten dengan membangun narasi yang mempersatukan. Kedua, kami sungguh-sungguh ingin melibatkan anak muda dalam proses ini. Ketiga, kami ingin membangun kesadaran masalah ekonomi yang kita hadapi, ya, dan itu menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” jelasnya.

Kesenjangan ekonomi menjadi masalah utama yang harus dihadapi oleh bangsa Indonesia. Sebab, menurut Gamal, sekitar 95 juta penduduk Indonesia masih dibawah garis kemiskinan.

“Sekarang kan garis kemiskinan kita kan di angka Rp 401. 220 (pendapatan per bulan, red) ya, sehingga pemerintah mengatakan angka kemiskinan kita 9.28 persen. Artinya, banyak orang orang miskin ya itu yang itu menurut saya tidak diakui miskin,” jelasnya.

Pihaknya juga membantah bahwa kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno akan menggunakan praktik kampanye hitam dalam Pilpres 2019.

“Banyak lembaga yang mengatakan bahwa angka yang ada tidak menggambarkan apa yang sedang terjadi,sehingga kesenjangan ekonomi dan kemiskinan itu kami rasa adalah permasalahan yang akan kita hadapi sekarang, sehingga itu menjadi pesan utama yang akan kami sampaikan,” lanjutnya.

“Kami tidak ingin mengkritik, tetapi kami berusaha menjelaskan soal masalah yang kita hadapi dan bagaimana kita betul betul menyelesaikan masalah ekonomi,” tutupnya.

Setelah Disindir, Sandiaga Uno Pamer Ngopo Bareng Ridwan Kamil

Setelah Disindir, Sandiaga Uno Pamer Ngopo Bareng Ridwan Kamil

Setelah Disindir, Sandiaga Uno Pamer Ngopi Bareng Ridwan Kamil. Gubernur Jawa Barat menepis kabar yang menyebutkan dirinya memiliki masalah dengan Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno.

Akar isu memanas keduanya bermula saat Sandiaga mengeluarkan komentar yang menyarankan kepada kepala daerah, khususnya gubernur untuk fokus mengurusi wilayahnya daripada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Setelah Disindir, Sandiaga Uno Pamer Ngopo Bareng Ridwan Kamil

Saran Sandiaga kemudian mendapat respons dari Ridwan Kamil yang meminta Sandiaga untuk berkaca. “Bercermin saja lah, toh Pak Sandiaga Uno juga sebelumnya ikut kampanye,” ujar Emil—sapaan Ridwan Kamil.

Sindiran Ridwan Kamil itu karena Sandiaga pada Pilkada Jateng pernah berkampanye untuk Sudirman Said dan Sudrajat-Sudrajat di Jabar.

Imbas saling berbalas komentar timbul isu yang mewartakan bahwa hubungan Ridwan dan Sandi memanas.

Namun, Ridwan Kamil dalam akun Twitternya mengunggah foto yang memeperlihatkan dirinya sedang menikmati kopi bareng Sandi.

Ia pun menulis, “…sementara itu, kami mah damai-damai saja. Saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, melalui seruputan kopi jawa barat yang memang joss..#anginmalam,” tulis @ridwankamil.

[artikel number=4 tag=”ridwan-kamil,prabowo-subianto” ]

Ridwan Kamil pada Pilpres 2014 menjabat sebagai Ketua timses Prabowo untuk wilayah Bandung.

Pada pilgub Jabar, Ridwan Kamil maju bersama Uu Ruzhanul Ulum dengan didukuing Partai Nasdem, PPP, PKB dan Hanura.

Diminta Berkaca oleh Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Minta Maaf

Diminta Berkaca oleh Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Minta Maaf

Sandiaga Uno menjelaskan maksud pernyataannya yang meminta agar gubernur tidak ditarik ke pilpres.

BANDUNG, Widiynews.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta bakal cawapres Sandiaga Uno berkaca terkait pernyataannya yang meminta gubernur tidak ditarik ke pilpres. Apa respons Sandiaga?

Ditemui di sela kegiatannya di Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/9/2018), Sandiaga menjelaskan maksud pernyataannya yang meminta agar gubernur tidak ditarik ke pilpres. Dia mengaku menujukan hal itu untuk kubu Prabowo-Sandi sendiri.

[artikel number=4 tag=”pilpres-2019,jokowi” ]

Diminta Berkaca oleh Ridwan Kamil, Sandiaga Uno Minta Maaf

“Saya ingin menegaskan pernyataan itu khusus untuk kubu Prabowo-Sandi. Jadi kebijakan kita, kita tidak ingin kepala daerah yang terpilih atau wakil kepala daerah yang terpilih tersangkut atau tertarik ke pusaran pilpres. Karena, mereka baru saja melewati pilkada yang betul-betul mungkin melelahkan. Mereka saatnya berkonsentrasi untuk membangun wilayahnya,” kata Sandi di Wahana Wisata Bale Caang, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Bandung Barat, didampingi politikus Gerindra, Rachel Maryam.

Sandiaga menegaskan pernyataannya itu bukan ditujukan untuk Ridwan Kamil. Dia lalu minta maaf.

“Terkait pernyataan sahabat saya, Pak Gubernur Ridwan Kamil, saya ucapkan terima kasih. Dan saya tidak akan masuk ke dalam satu komentar yang saling menjatuhkan. Jadi saya mohon maaf jika beliau merasa itu ditujukan ke beliau, sama sekali tidak,” ucap Sandi.

Dia mengaku sudah berbicara dengan pasangannya pada Pilpres 2019, Prabowo Subianto, agar kepala daerah berfokus membangun daerahnya.

“Itu juga yang kami bicarakan dengan Pak Prabowo. Dan Pak Prabowo juga sepakat bahwa pelayanan kepala daerah fokus membangun daerahnya,” ungkapnya.

Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, Wakil Bupati Bandung Barat terpilih Hengky Kurniawan tidak mau berkomentar terkait pernyataan yang diutarakan Emil. “No comment,” kata Hengky singkat.

Sebelumnya, Ridwan Kamil menilai tidak ada masalah bila ada seorang gubernur yang mendukung salah satu pasangan calon pada Pilpres 2019. Pria yang akrab disapa Emil itu meminta Sandiaga berkaca diri.

“Pak Sandiaga Uno yang terhormat, tolong sebelum memberikan statement berkaca pada pengalaman pribadi. Pada (Pilgub) 2018, dia datang ke Jateng menjadi jurkam (juru kampanye) Sudirman Said, datang ke Priangan (Jabar) jadi jurkam pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu). Beliau kapasitas wakil gubernur dalam kapasitas wakil publik,” kata Emil di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).

Sandiaga sebelumnya bicara soal keterlibatan kepala daerah di pilkada. Dia meminta kepala daerah tak ditarik-tarik ke panggung pilpres.

“Gubernur-gubernur ini terpilih atas dasar pilkada yang panjang dan melelahkan. Tugas mereka sebenarnya bagaimana melayani masyarakat dan berfokus di wilayah masing-masing. Jangan ditarik-tarik ke wilayah pilpres,” ucap Sandiaga kepada wartawan di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2018).

Sandiaga Minta Kepala Daerah Tak Ikut Kampanye, Ridwan Kamil: Ngaca Dulu!

Sandiaga Minta Kepala Daerah Tak Ikut Kampanye, Ridwan Kamil: Ngaca Dulu!

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta kepada Sandiaga Uno untuk berkaca pada pengalaman sebelum mengeluarkan statmen.

Widiynews.com – Ridwan Kamil menilai pernyataan Sandiaga Uno yang meminta kepala daerah tidak terlibat kampanye Pilpres 2019 tidak sejalan dengan sikap Sandi saat Pilkada 2018.

Menurut Emil, sapaan akrab Ridwan, Sandi pernah datang ke Jawa Tengah untuk menjadi juru kampanye (jurkam) Sudirman Said. Sandi, sambung Emil, juga pernah menjadi jurkam pasangan nomor urut tiga, Sudrajat-Ahmad Syaikhu di Pilkada Jabar.

[artikel number=4 tag=”pilpres-2019,jokowi” ]

Sandiaga Minta Kepala Daerah Tak Ikut Kampanye, Ridwan Kamil: Ngaca Dulu!

“Pak Sandiaga Uno yang terhormat, tolong sebelum memberikan statmen berkaca pada pengalaman pribadi sebelumnya,” ujar Emil kepada wartawan di Bandung, Rabu (12/9).

Mantan Walikota Bandung itu menilai asal tidak melanggar aturan, tidak ada yang salah jika kepala daerah menjadi jurkam di Pileg, Pilkada maupun Pilpres. Seharusnya Sandi mengingatkan kepala daerah agar tidak menggunakan fasilitas, instansi dan jabatan saat menjadi jurkam saat kampanye salah satu pasangan Capres di Pilpres 2019.

“Jadi yang penting mah tidak melanggar aturan, tidak melanggar hukum, kemudian jangan bawa nama-nama institusi dan jabatan, seperti Gubernur dan lainnya,” tuturnya.

Berita Terkini. Bawaslu Umumkan Dugaan Mahar Politik Rp 1 Triliun Besok

Berita Terkini. Bawaslu Umumkan Dugaan Mahar Politik Rp 1 Triliun Besok

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan mengumumkan kajian pelaporan dugaan mahar politik Rp 1 triliun Sandiaga Uno, Jumat (30/8) besok.

Widiynews.com – Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar mengatakan anggota Bawaslu malam ini menggelar rapat pleno membahas kajian atas laporan yang diterima. Rapat digelar tertutup. Akan ditentukan ada-tidaknya unsur terkait dugaan pelanggaran pemilu.

“Iya (rapat malam ini) di Mercure, jam 10-an. Kita masih nunggu seluruh komisioner kumpul. Ada yang sedang di luar kota, pulang jam 8 nanti,” kata Fritz saat dihubungi, Kamis (30/8/2018).

[artikel number=4 tag=”sandiaga-uno,prabowo,bawaslu,jokowi,piplres-2019” ]

Rapat pleno mengenai laporan dugaan mahar Rp 1 triliun beberapa kali ditunda karena hasil kajian belum selesai. Dalam kasus ini, Bawaslu memeriksa dua orang saksi, sementara Wasekjen DPP Partai Demokrat Andi Arief selalu mangkir dari panggilan.

KPK Berencana Selidiki Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

KPK Berencana Selidiki Dugaan Mahar Politik Sandiaga Uno

WIDIYNEWS.COM – Bakal Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno diduga memberi mahar politik Rp 1 triliun ke pada dua partai, yakni PKS dan PAN agar dirinya diusung menjadi calon wakil presiden. Ketua KPK, Agus Raharjo mengatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan mahar politik tersebut.

“Ya itu benar atau enggak, kan kita perlu menyelidiki. Kita selidiki dulu lah,” ujar Agus di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (15/8/2018).

Menurut Agus, pihaknya tidak bisa begitu saja mendalami adanya dugaan mahar politik tersebut. Terlebih, kabar dugaan mahar politik itu sebelumnya telah dibantah oleh Sandiaga Uno. Meski demikian, Agus memastikan pihaknya tidak akan ragu untuk menjerat seseorang penyelenggara negara jika nantinya terbukti melukan praktik suap.

“Yang jelas, kalau diberikan oleh penyelenggara negara kepada penyelenggara negara yang lain, itu termasuk ranah yang kita tangani,” kata Agus.

Agus mengatakan, dirinya belum bisa memastikan apakah uang yang diduga dijadikan mahar itu berasal dari uang suap yang dilakukan PT DGI atau NKE. Dimana mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu pernah menjabat sebagai Komisioner di perusahaan yang kini berstatus tersangka di KPK itu. “Kita belum menyelidiki,” tandas Agus.

Sebelumnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mendatangi KPK untuk melaporkan harta kekayaan. Laporan itu terkait syarat sebagai pencalonan dirinya untuk menjadi bakal wakil presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga Uno membantah dirinya terlibat praktik mahar politik senilai Rp 500 miliar yang ia berikan kepada PAN dan PKS. “Saya ingin berterimakasih pada Pak Caya Arefa yang sudah menerima pelaporan e-LHKPN, yang saya masukan sebagai syarat pencalonan sebagai calon wakil presiden. Saya ditemani oleh tim yaitu Pak Sudirman Said,” kata Sandiaga Uno. “Tadi juga ada pernyataan kepada Pak Cahya bahwa saya membantah dan saya menggaris bawahi bahwa tidak benar, tidak ada (mahar) dan itu tidak benar,” jelasnya di Gedung KPK, Selasa (14/8/2018).

Bakal Calon Wakil Presiden itu memang tidak menjelaskan secara detail berapa jumlah harta yang ia laporkan. Namun, ia memastikan Pilpres akan dilakukan secara transparan dan bersih. “Saya menghargai proses ini dan saya ingin pemilu transparan, bersih, dan menjawab aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Sandiaga Uno: Jangan Politisasi Insiden Bagi-Bagi Sembako di Monas

Sandiaga Uno: Jangan Politisasi Pembagian Sembako di Monas

Berita Terkini: Sandiaga Uno Minta Bagi-Bagi Sembako di Monas Jangan Dipolitisasi

Widiynews.com – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno berharap insiden pembagian sembako yang terjadi di Monumen Nasional (Monas) yang telah menelan korban jiwa pada Sabtu 28 April 2018 tidak dipolitisasi.

Sandiaga Uno mengatakan, “Ini keprihatinan tinggi kita kepada keluarga ananda Mahesa dan ananda Rizki. Mari kita tidak mempolitisasi musibah ini,” ujarnya saat ditemui di Pasar Pelita, Jakarta Utara, Kamis (3/5/2018).

Sandi juga berharap insiden pembagian sembako ini tidak dibenturkan dengan Pemerintah Provinsi DKI dengan penyelenggara Forum Untukmu Indonesia (FUI) dan juga dengan partai politik oposisi.

Sandi uno mengatakan “Jangan bentur-benturkan kami dengan penyelenggara, jangan benturkan kami dengan parpol yang kebetulan tidak mendukung kami pada pilkada sebelumnya,” ujarnya. “Karena sekarang, tugas kami untuk seluruh masyarakat Jakarta. Tidak bisa beda-bedakan,” tambah Sandiaga.

Lebih dari itu, Sandiaga juga meminta kepada pihak panitia untuk secara  ksatria meminta maaf kepada pada keluarga korban pembagian sembako. “Kita harapkan panitia juga gentleman dong, ksatria minta maaf. Kami saja yang tidak salah minta maaf,” ucap Sandiaga.

Sandiaga Uno menambahkan, insiden pembagian sembako yang terjadi di Monas akan dijadikan sebagai bahan refleksi dan membantu masyarakat yang masih kesulitan dalam sembako. “Padahal kita punya program KJP, kita punya program bazis zakat infak sodaqoh kita bisa arahkan ke sana,” tegas Sandi.

Begini Reaksi Sandiaga Uno Saat Tahu Hotel Alexis Tak Tutup Malah Berganti Nama 4Play!

Begini Reaksi Sandiaga Uno Saat Tahu Hotel Alexis Tak Tutup Malah Berganti Nama 4Play!

WIDIYNEWS.COM – Kabar tempat hiburan dan Hotel Alexis tidak jadi tutup dan justru ganti nama beredar luas dimedia sosial. Kabar heboh ini pun langsung menjadi perbincangan para netizen.

Seperti diketahui bersama, pada bebarapa bulan lalu Hotel Alexis berhenti beroperasi karena izin usaha tidak diperpanjang oleh Pemprov DKI Jakarta. Dan kini, justru beredar informasi kalau griya pijat itu justru berganti nama menjadi 4Play.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang dalam kampanye Pilkada DKI sebelumnya sempat berjanji bakal menutup tempat hiburan tersebut justru mengaku tidak tahu terkait perubahan nama tersebut. Bahkan, Sandiaga kaget saat dimintai konfirmasi terkait perubahan nama Hotel Alexis itu.

“Serius? (ganti nama). Belum tahu (pergantian nama Alexis menjadi 4Play). Belum ada laporannya,” kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (27/11).

Menurut Sandi, jika benar Alexis berganti nama, Sandiaga berharap bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang baru dan bisa mengganti citra hotel sebagai tempat prostitusi menjadi tempat mencari nafkal yang halal.

“Misalnya berubah konsep ini sesuai peraturan, sesuai dengan ketentuan, sesuai juga dengan perizinannya dan nanti juga akan diverifikasi. Ya kami mendukung untuk penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap masyarakat terus memantau kegiatan yang dilakukan tempat tersebut agar tidak terjadi kesalahan yang sama.

“Tapi sekarang kita jangan suudzon dulu, kalau misal mereka mau berubah kan ada pintu tobat. Jadi pintu yang memungkinkan mereka berubah apa namanya lini usaha,” tandasnya.

 

Berita Nasional Terkini. Anies-Sandi Hadiri Kirab Kebangsaan Monas

Berita Nasional Terkini. Anies-Sandi Hadiri Kirab Kebangsaan Monas

WIDIYNEWS.COM – Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno menghadiri kirab kebangsaan yang digelar di Tugu Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Baca Juga: Berita Nasional Terkini Populer

Kirab kebangsaan ini digelar untuk memperingati Hari Pahlawan. Acara ini digelar di Lapangan Silang Barat Monas, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (26/11/2017).

Dari hasil pantauan, nampak Wakil Ketua DPRD DKI M. Taufik serta jajaran satuan kerja perangkat daerah hingga Sylviana Murni ikut hadir dalam kirab kebangsaan ini.

Acara ini digelar dengan berbagai pertunjukan untuk memeriahkan kirab kebangsaan ini. Anies juga sempat ikut berpartisipasi dengan salah satu peserta yang menampilkan keseian Reog Ponorogo.

Dalam agendanya, kirab kebangsaan ini akan dilaksanakan hingga malam berupa Tausiah dan Zikir kebangsaan bersama di Lapangan Monas. Sebelumnya, Sandiaga mengatakan, Tausiah kebangsaan bisa mempererat tali persaudaraan masyarakat Jakarta.

“Yang malam ada tausiyah kebangsaan mulai dari isya berjemaah. (Tausiah Kebangsaan) akan kita isi dengan kegiatan-kegiatan untuk menghargai pahlawan kita,” kata Sandi, Sabtu (25/11).

Sandiaga berharap, melalui kirab kebangsaan ini, masyarakat dapat sadar dan menghargai perjuangan para pahlawan. “Kita ingin warga luluh dalam sebuah prosesi yang menghargai perjuangan-perjuangan pahlawan kita, dan ini kita harapkan bisa meningkatkan persatuan dan kebhinekaan kita di Jakarta,” imbuhnya.

Baca Juga : Habib Rizieq Shihab Dihabisi untuk Cegah Revolusi?

Disebut Kawasan Semrawut, Ini Tanggapan Sandiaga Uno Usai Melintasi Tanah Abang

Disebut Kawasan Semrawut, Ini Tanggapan Sandiaga Uno Saat Melintasi Tanah Abang

Kawasan Pasar Tanah Abang Disebut Semrawut, Ini Tanggapan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

WIDIYNEWS.COM – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno mengklaim bahwa kawasan pasar Tanah Abang bersih dan rapih tidak seperti apa yang telah dikatakan sebagian orang bahwa kasawan itu semrawut.

Hal ini diketahui sendiri usai Sandiaga bersepeda melewati kawasan Tanah Abang pada Jumat 24 November 2017 pagi tadi.

Sandiaga mengaku sengaja melintasi kawasan itu untuk meninjau secara langsung. Menurutnya, kawasan yang ia lalui itu nampak bersih dan rapih.

“Kita tadi sempat stop di Tanah Abang, di Tanah Abang pagi-pagi, Alhamdulillah ya tadi lumayan rapi bersih, walaupun katanya semrawut tapi tadi terlihat bersih,” ujar Sandi di Pendopo, Balai Kota, Gambir, Jakarta Pusat.

Ia sendiri tidak yakin, jika kawasan itu nampak bersih dan rapi karena secara dipersiapkan sebelum ia tiba saat bersepeda. “Segala macem dibilang semrawut, tadi temen-temen ngeliat, apa karena saya mau datang disiapin dulu, saya ga ngerti,” kata Sandi.

Selain itu, titik kemacetan yang kerap terjadi di kawasan Tanah Abang juga telah terurai, seperti di area trotoar. “Trotoarnya bersih, terus warganya sudah terarah kan begitu keluar stasiunnya sudah ga melebar ke jalan lagi,” ungkap Sandi.

Hasil pantauan langsung ini, menurut Sandiaga akan dilaporkan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, untuk segera diumumkan konsep penataan Tanah Abang selanjutnya.

“Sudah keliling naik sepeda sama Komite Sepeda Indonesia dan saya akan laporkan ke Pak Anies karena kita sudah memasuki tahap akhir, jadi pengumuman nanti penataan tanah Abang untuk sosialisasi,” ujar Sandi.

Meski kali ini terlihat rapi, namun pria yang akrab disapa Bang Sandi ini mengaku sesekali kawasan itu terlihat semrawut. “Jadi, memang kadang-kadang agak semrawut, kadang-kadang rapi,” ucap Sandi.

Baca Juga: Pemprov DKI Adakan Program Beras Premium Murah Khusus PNS DKI

Sayangnya, Sandiaga enggan menjelaskan konsep penataan Tanah Abang yang akan dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Kami mesti melihat impact-nya dari kebijakan yang akan diambil. Saya enggak akan pakai katanya, katanya. Semua berbasis data dan pandangan mata sendiri,” kata Sandi.

 

 

 

 

 

 

 

Pemprov DKI Adakan Program Beras Premium Murah Khusus PNS DKI, Ini Harganya!

Pemprov DKI Adakan Program Beras Premium Murah Khusus PNS DKI, Ini Harganya!

Pemprov DKI Adakan Program Beras Premium Murah Khusus PNS DKI, Berapa Harganya?

WIDIYNEWS.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana menggelar program beras premium dengan harga murah untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta. Program tersebut rencananya digelar menjelang pergantian tahun 2017-2018.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, program untuk kalangan PNS DKI ini akan terus ditingkatkan setiap tahunnya. “Kita punya program penyaluran beras berkualitas baik, dengan harga sangat terjangkau kepada seluruh PNS di DKI yang akan kita tingkatkan,” ujar Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Untuk harganya, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi mengatakan, harga beras berkualias ini nantinya berkisar Rp 12.400 hingga 12.500. Menurutnya, harga beras premium ini dibawa HET (Harga Eceran Tertinggi).

Arife mengatakan, “Untuk harganya ini sudah sesuai dengan peraturan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian yang baru. Harganya juga di bawah HET (harga eceran tertinggi) yaitu Rp 12.800,”.

Menurut Arief, setiap PNS DKI akan mendapat jatah beras premium dalam kemasan lima kiloan. “Jadi kemasannya lima kiloan. Lima kilo perjiwa jadi kalau mislanya istri satu, suami satu anak dua berarati empat kali lima berarti dua puluh kilo,” sebutnya.

Baca Juga: Soal Reklamasi, Sandiaga Uno: Kita Tahu Tugas Kita Hentikan Reklamasi!

Sejauh ini, sebanyak 17.000 dari total 70.000 PNS DKI sudah mengikuti program Pemprov DKI ini. Meski demikian, ia berharap program beras premium harga murah ini dapat menjangkau seluruh PNS DKI Jakarta.

“Pak Sandi tadi menginformasikan kembali bahwa harusnya bisa di roll off ke seluruh karyawan karena ini programnya sangat baik untuk ketahanan pangan,” imbuh Arief.

 

Dua Pekan Pimpin DKI Jakarta, Anies Didesak Segera Hentikan Proyek Reklamasi

Dua Pekan Pimpin DKI Jakarta, Anies Didesak Segera Hentikan Proyek Reklamasi

Kabar Terkini. Dua Pekan Pimpin DKI Jakarta, Anies Baswedan Didesak untuk Segera Menghentikan Proyek Reklamasi.

WIDIYNEWS.COM – Desakan dari berbagai pihak terhadap pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk segera memenuhi janji kampanyenya terus bergulir. Salah satunya terkait penghentian proyek mega Teluk Jakarta.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Mohammad Taufik menyarankan agar Anies-Sandi sebaiknya fokus pada APBD ketimbang reklamasi. ia mengatakan, “Nggak (ada deadline dari DPRD), teman-teman jangan menuntut Anies-Sandi begitu bangun tidur terus mesti iya. Orang dia baru dua minggu aja belum. Jadi konsentrasinya kan mesti dipikirin. Dua minggu aja belum, APBD aja belum. Dia lebih baik saran saya konsentrasi dulu APBD. Konsentrasi dulu pembenahan struktur untuk lima tahun ke depan,”.

Taufik mengatakan, Anies-Sandi sebagaiknya menyusun programnya didalam APBD 2018. Dia menilai, penyusunan APBD harus diutamakan sebelum melaksanakan kebijakan lainnya. “Jadi kasih dia konsnetrasi dulu benahi internal, kemudian abis itu tetapkan APBD 2018. Kalau APBD belum disahkan dia mau jalan ke yang mana gitu? Nggak bisa,” terangnya.

Hingga saat ini, menurut Taufik, Anies-Sandi belum berkirim surat kembali kepada DPRD untuk melanjutkan pembahasan rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait reklamasi. Dirinya enggan mendesak untuk menghidnari pandangan negatif masyarakat. “Ya nggak apa-apa, biarin saja. Tunggu aja kita juga nggak mau desak-desak. Nanti kalau kita desak-desak dikira didesak pengembang saya,” jelasnya.

Dengan diadakannya Raperda, menurut Taufik, pengembang justru dirugikan akibat berhentinya Raperda Reklamasi. “(Pengembang) nggak (diuntungkan) dong. Dia kan berhenti, pasti berhenti. Kalau nggak ada kejelasan, begini, semuanya merugi. Terutama masyarakatnya jadi rugi juga, masyarakat nggak diapa-apain gitu-gitu doang, gitu aja,” terangnya.

Jusuf Kalla dan Darmin Nasution Ditunjuk Sebagai Saksi Pernikahan Putri Jokowi Kahiyang Ayu

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sanidaga Uno menegaskan, bahwa dirinya bersama Anies Baswedan tetap akan menjalankan apa yang diinginkan oleh masyarakat, yakni menolak pembangunan proyek reklamasi. Kita baru dilantik, kita tahu tugas kita hentikan reklamasi. Makanya ini dicari prosesi yang tepat,” tegas Sandiaga.